Medan Goyang, Warga Meradang

Bagikan Berita :

Kota Medan bergoyang cukup keras saat gempa bumi berkekuatan 8.7 SR terjadi pada Rabu 11 April 2012 pukul 15:38:29 WIB. Akibatnya, mayoritas warga Medan yang sedang beraktivitas di dalam maupun di luar kantor terlihat meradang. Ada yang langsung bertelepon, meninggalkan aktivitasnya hingga berteriak-teriak.

 

Pantauan dan cerita beberapa sumber MartabeSumutdari pusat keramaian seperti Medan Plaza, pertokoan di kawasan Jalan SM Raja, perumahan rakyat di kawasan Jalan Aksara dan gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, 10 Menit setelah gempa terjadi, semua warga menampakkan rona takut, kalut dan panik. Umumnya berhamburan menuju tempat terbuka seraya menyaksikan pepohonan, tiang listrik hingga pelang reklame yang bergoyang-goyang.

Anto (39), pemilik toko ponsel di Medan Plaza, mengatakan, dirinya langsung melompat dari kursi saat merasakan goyangan. Menurut dia, 2 orang pembeli ponsel di tokonya belum menyadari goyangan keras sebelum dirinya melompat dan berteriak gempa. “Wah, saya takut sekali dan spontan teriak. Pembeli saya pun ikut kabur ke luar areal gedung Medan Plaza,” tuturnya, masih was-was di luar pertokoan.

Sementara M Nainggolan (47), penjual ban di Jalan SM Raja mengaku tersentak mendengar teriakan istrinya dari dalam rumah. “Istri saya menjerit gempa. Ya saya dan dia langsung ke jalan raya. Kita takut aja bangunan roboh,” terangnya. Sikap meradang dan panik juga dilontarkan Robert (35), warga Jalan Aksara. Ketika gempa terjadi, Robert menyatakan sedang berada di toilet untuk buang air kecil. Dalam kondisi tersebut,
kenang Robert, kepanikan benar-benar memenuhi dirinya. “Keluarga sedang keluar semua dan cuma saya di rumah. Saya baru buang air kecil tapi terpaksa berhenti karena ember di atas bak bergoyang tiba-tiba. Wah, saya benar-benar kalut,” ujarnya.

 

Penghuni gedung DPRDSU Berhamburan 

 

Hal serupa terjadi di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan. Ratusan orang yang sedang berada di gedung berlantai IV itu berhamburan menuju halaman luar gedung. Baik anggota Dewan, staf PNS, tamu-tamu hingga wartawan yang sehari-hari bertugas meliput di sana. Bahkan Komisi A DPRDSU yang masih mengadakan rapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut terpaksa menghentikan pertemuan dan bergegas meninggalkan ruang Komisi.

 

Tiga anggota DPRDSU yang ditanya MartabeSumut di gedung Dewan, 5 menit usai  gempa, mengaku ke luar gedung demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Anggota Komisi C DPRDSU, Ramli, terlihat langsung melakukan kontak telepon di luar gedung. “Ya, saya telepon keluarga ke Nias untuk memastikan keadaan,” katanya, di halaman luar.

 

Kehendak Yang Maha Kuasa

 

Anggota Komisi A Ahmad ikhyar Hasibuan menyatakan kalau gempa adalah kehendak Yang Maha Kuasa. “Gempa itu rahasia Tuhan. Jadi kita gak tahu kapan sewaktu-waktu terjadi,” akunya. Di lain kesempatan, anggota Komisi A Abu Bokar Tambak menyatakan panik mengetahui gempa terjadi. “Sebagai orang beriman kita percaya semua kehidupan ini adalah kehendakNya. Tapi tetap saja kita harus selalu waspada,” tegasnya. Salah seorang staf PNS di Komisi A, Ernie, menungkapkan, dirinya langsung ke luar gedung untuk keselamatan. “Lari ajalah supaya aman,” terang Ernie. Sedangkan staf PNS di Komisi V, Yenti, berbicara sambil berkelakar. “Enak kok digoyang-goyang bumi dikit, tapi tetap saja takut,” ucap Yenti.

 

Pusat Gempa di Simeulue Aceh

 

Seperti dilaporkan Pacific Tsunami Warning Centre, gempa yang terjadi berada di koordinat 2.0 LU, 92.5 BT, kedalaman 10 Km dan berada di 346 Km barat daya Simeulue Aceh. Susulan gempa sebanyak 16 kali. BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini tsunami. Bukan hanya BMKG, Pacific Tsunami Warning System yang berlokasi di Hawaii juga mengeluarkan tsunami travel times. Potensi tsunami juga berlaku bagi Indonesia, Malaysia, India, Srilanka, Myanmar dan lain-lainnya

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here