Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 16 Juni 2014 | 01:03 WIB

    Telah dibaca 881 kali

    Prabowo Tanya Jokowi Naikkan Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi Tanya Prabowo DAU dan DAK

    Belduwin Silalahi

    MartabeSumut, Jakarta


    Ajang debat ke-2 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (15/6/2014) pukul 19.55 WIB di Grand Melia Jakarta, memberikan ruang saling tanya antara Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Saat bertanya, Prabowo meminta tanggapan Jokowi cara menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan Jokowi bertanya kepada Prabowo mengenai Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

     

    Moderator Prof Ahmad Erani Yustika mempersipakan waktu bertanya 1 menit dan waktu menjawab 3 menit. "Pertumbuhan ekonomi dunia saat ini 3,3 persen. Indonesia sendiri 5 persen. Bagaimana strategi Anda manaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tanya Prabowo kepada Jokowi. Menanggapi itu, Jokowi megatkan, kedepan harus naik 7 persen. Dengan syarat iklim usaha dan investasi dijaga baik. Sistem perizinan yang online, SIUP online dan IMB online bisa dijalankan baik. "Produk industri kecil perlu dieksport ke mancanegara. Asal mereka diberikan ruang memasarkan. Dubes-dubes kita juga jangan diplomasi saja tapi mampu jadi marketing produk-produk kita. Dengan hal-hal konkret itu pertumbuhan ekonomi pasti naik sepanjang dilaksanakan dan asalkan negara hadir," beber Jokowi.

     

    Selanjutnya Jokowi bertanya kepada Prabowo. "Bagaimana pandangan Anda mengenai DAU dan DAK?". Menurut Prabowo, DAU dan DAK harus ditingkatkan ke daerah-daerah. Tapi penghasilan negara disebutnya wajib tinggi dengan mengamankan kekayaan negara. "Lalu dialokasikan ke daerah-daerah untuk mempercepat kesejahteraan. Asing jangan menguasai usaha-usaha kita," cetusnya. Jokowi balik bertanya: uang kita banyak kata bapak, tapi 2 tahun belakangan ini sebenarnya telah terjadi defisit APBN dan defisit perdagangan. Apa pendapat Anda ? Prabowo menimpali, beban impor Indonesia besar akibat kekayaan negara banyak bocor. "Tanggal 7 September 2013 Ketua KPK bilang bahwa Rp. 7.200 Triliun uang negara bocor. Tim pakar saya mengungkapkan ada Rp. 1.000 Triliun yang bocor. Data itu membuat kami ingin menutup kebocoran anggaran supaya kita tidak defisit dan jadi macan Asia," tegasnya. Prabowo kembali bertanya kepada Jokowi: sebagaimana kita ketahui, pendidikan penting dan wajib belajar 9 tahun. Apa Anda setuju wajib belajar 12 tahun dengan anggaran 40 Triliun? Jokowi menanggapi, pembangunan manusia Indonesia wajib dimulai dari pendidikan. Harus ada evaluasi dan perubahan. Pendidikan SD disebutnya memerlukan 80 persen karakter, mental dan sikap sedangkan 20 persen lagi pengetahuan. Lalu pendidikan SMP dan SMU 60 persen karakter, mental dan sikap sedangkan 40 persen pengetahuan. Kemudian pendidikan tinggi 20 persen karakter, mental dan sikap sementara 80 persen pengetahuan. "Berapapun kita anggarkan bila itu soal pendidikan. Apalagi cuma 40 Triliun. Pendidikan 12 tahun harus kita perjuangkan kepada rakyat. Kekayaan alam bisa kita kelola baik bila pendidikan rakyat maksimal," ingat Jokowi mantap.

     

    Giliran berikut, Jokowi bertanya kepada Prabowo: bagaimana cara Anda meningkatkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)? Prabowo menjawab singkat bahwa itu tugas kepala daerah. Prabowo balik bertanya kepada Jokowi: negara kita besar, tantangan besar. Bagaimana meningkatkan daya saing bila infrastruktur tidak jelas dari visi misi Anda? Jokowi menjawab, infrastruktur kedepan yang penting adalah tol laut. Dia mencontohkan, harga semen di Jakarta Rp. 50 ribu/sak tapi di Papua mencapai Rp. 1 juta. Menurut Jokowi, kalau tol laut dibangun, maka harga semen bisa sama. "Itu semua disebabkan infrastruktur transportasi tol laut yang murah tidak dikelola. Belum ada transportasi tol laut dari ujung timur dan barat. Oleh sebab itu, uang yg ada perlu dikelola untuk infrastruktur tol laut dan Kereta Api," tutupnya. (MS/BELDUWIN)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Prabowo Tanya Jokowi Naikkan Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi Tanya Prabowo DAU dan DAK'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER