Minggu

26 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 10 Juni 2014 | 00:38 WIB

    Telah dibaca 993 kali

    Jokowi Ingatkan Demokrasi Mendengar Suara Rakyat, Prabowo Tegaskan Demokrasi Produktif

    Redaksi
    Suasana Debat Capres Jokowi/Jusuf Kalla dan Prabowo/Hatta Rajasa di Balai Sarbini Jakarta, Senin malam (9/6/2014). (Foto : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Jakarta

     

    Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Joko Widodo mengingatkan hakikat demokrasi adalah mendengar suara rakyat. Dengan mendengar suara rakyat, maka akan dapat dilihat apa sebenarnya kebutuhan rakyat untuk dilaksanakan. Sementara Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto menegaskan, demokrasi yang dijalankan harus produktif dan bukan bersifat destruktif.

     

    Pernyataan tersebut diungkapkan keduanya saat debat Capres/Cawapres yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin malam (9/6/2014) di Balai Sarbini Jakarta. Dipandu moderator: Zainal Arifin Mochtar, Jokowi diampingi Cawapres Jusuf Kalla dan Prabowo didampingi Cawapres Hatta Rajasa. Kedua pasang Capres dan Cawapres tersebut melemparkan gagasan-gagasan sekira 2 jam lebih sejak dimulai pukul 20.00 - 22.30 WIB. Tiga topik kajian seperti demokrasi, pemerintahan yang bersih dan kepastian hukum, dituntaskan dalam 6 sesi berbentuk penyampaian pemikiran, saling tanya, tekad setelah terpilih dan pernyataan penutup.


    Jokowi yang mendapat kesempatan ke-2 berbicara, menyatakan, demokrasi itu bermakna mendengar suara rakyat dan melakukannya. Pemerintahan yang bersih dinilainya harus dimulai dari pembangunan sistem pemerintahan yang baik, metode rekrutmen yang kompeten dan perwujudan iklim pemerintahan yang bisa dipercaya rakyat. Menyangkut kepastian hukum, Cawapres Jusuf Kala menambahkan, sesuai amanat Pasal 1 UUD 1945, salah satu syarat kepastian hukum adalah harus menjunjung hak asasi manusia (HAM). "Kepastian hukum perlu keteladanan. Pemahaman rakyat rendah atas institusi hukum sebab hilangnya kepercayaan (trust). Kepastian hukum membutuhkan pemimpin yang mau melayani," katanya.


    Demokrasi Produktif 

     

    Sebelumnya, Capres Prabowo Subianto mengatakan, demokrasi di Indonesia  masih perlu dibenahi. Demokrasi yang produktif disebunnya bukan menjadi alat destruktif melainkan alat mensejahterakan rakyat. "Pemerintahan bersih syarat mutlak untuk memajukan rakyat. Kepastian hukum harus memberi jaminan penghapusan diskriminasi dalam bentuk apapun. Hukum harus menempatkan semua orang sama," kata Prabowo. Cawapres Hatta Rajasa menimpali, demokrasi bukan sekadar alat mencapai tujuan tapi menyangkut nilai dasar yang sakral dalam proses perjalanan suatu bangsa. (MS/RED)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Jokowi Ingatkan Demokrasi Mendengar Suara Rakyat, Prabowo Tegaskan Demokrasi Produktif'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER