Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 8 Mei 2014 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 1120 kali

    Interpelasi Gubsu Tahun 2011 "Diredam Suap", Kini Niat Interpelasi DPRDSU Sekadar Modus !

    Redaksi
    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) saat bersidang di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Hak Interpelasi (meminta keterangan) 100 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) pada tahun 2011 terbukti berhasil batal "diredam suap". Kabar menyengat busuk, kala itu, hampir semua anggota DPRDSU disebut-sebut menikmati "angpao suap" yang jumlahnya mencapai Rp. 9,4 Miliar. Bahkan orang-orang yang menyebut diri wartawan atau mirip wartawan pun tidak sedikit yang ikut mencicipi. Kini, sejak 1 bulan kemarin, tiba-tiba muncul lagi modus serupa gertak Interpelasi. Bahhh, transaksional ???

     

    Data MartabeSumut 3 tahun lalu mencatat, kalau niat Interpelasi tahun 2011 semata-mata terkait SK Nomor 821.23/2096/2011 tertanggal 10 Juni 2011 tentang mutasi 110 pejabat Esselon III Pemprovsu dan pemberhentian 26 pejabat Esselon III sebagai staf/non job, sekarang angel gertaknya berbeda lagi. Diduga kuat menyangkut tidak bagusnya pengelolaan keuangan daerah, pelanggaran Dana Bagi Hasil (DBH), tidak adilnya dana bantuan Daerah Bawahan (DBD) hingga masalah dana bantuan sosial (Bansos).

     

    Ditandatangani 56 Anggota DPRDSU

     

    Tatkala masalah ini dikonfirmasi kepada anggota DPRDSU Ahmad Ikhyar Hasibuan dan Oloan Simbolon, Rabu (7/5/2014), keduanya mengakui sudah melihat surat usulan hak Interpelasi yang ditandatangani 56 orang anggota DPRDSU. "Tapi kami berdua belum termasuk di dalamnya," kata mereka. Ketika ditanyakan lagi kenapa belum ikut menandatangani, mereka justru menyatakan ingin mempelajari substansi Interpelasi lebih dalam. "Karena kita lebih dulu melihat dan mendalami apa substansi dari penggunaan hak Interpelasi. Sebab, sebelumnya DPRDSU juga sudah pernah menggunakan hak Interplasi. Tapi saat Paripurna digelar, anggota Dewan yang mengajukan sebelumnya justru "balik gagang". Kita akan lihat dulu perkembangannya," terang Ahmad Ikhyar Hasibuan dan Oloan Simbolon. Menyahuti tudingan masyarakat soal kemungkinan bargaining (tawar-menawar-Red), suap dan transaksional, mereka berdua menjawab enteng bahwa bargaining adalah bagian dari politik praktis.

     

    Interpelasi, Gertak Sambal dan Modus Transaksional

     

    Informasi dihimpun MartabeSumut di gedung DPRDSU, Rabu (7/5/2014), menyebutkan, rencana penggunaan hak interpelasi oleh 100 anggota DPRDSU kepada Gubsu H Gatot Subroto dinilai tak lebih dari sekadar "gertak sambal" bermodus transaksional. Sebab, walaupun disebut sudah lebih 50 anggota DPRDSU menandatangani surat persetujuan hak Interpelasi, toh sampai Rabu (7/5/2014) rencana tersebut belum kunjung didaftarkan jadi agenda resmi DPRDSU. "Semua masih sebatas wacana. Maka tidak berlebihan kalau rencana penggunaan hak Interpelasi kita anggap "gertak sambal" belaka untuk tujuan bargaining atau transaksional kepada Pemprovsu," kata seorang sumber. Apalagi, imbuhnya lebih jauh, rencana penggunaan hak Interpelasi sudah terdengar sejak Desember 2013 lalu, tepatnya saat DPRDSU menggelar Rapat Kerja (Raker) di Berastagi. Saat itu, singkapnya, rencana penggunaan hak Interpelasi telah menggelinding deras. Sebagian anggota Dewan menganggap Pemprovsu dibawah kepemimpinan Gubsu H Gatot Pujo Nugroho gagal mengelola keuangan daerah. Terutama masalah DBH, DBD dan dana Bansos. "Tapi karena sebagian anggota DPRDSU menganggap Pemprovsu masih mampu menyempurnakan, maka mereka memberi lagi kesempatan hingga triwulan pertama tahun anggaran 2014. Ternyata ketidakberesan yang dipersoalkan pada Desember 2013 tetap saja dianggap Dewan tidak bisa diperbaiki hingga triwulan pertama tahun 2014 berakhir. Maka para anggota Dewan itu kembali menggertak sambal rencana penggunaan hak Interpelasi," tutup sumber itu tersenyum.(MS/Duga Munte/RED)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Interpelasi Gubsu Tahun 2011 "Diredam Suap", Kini Niat Interpelasi DPRDSU Sekadar Modus !'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER