Minggu

22 Jul 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.477,   Bulan Ini : 38.947
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 1 Mei 2014 | 18:45 WIB

    Telah dibaca 1020 kali

    19 Gunung Api Status Waspada dan 5 Gunung Status Siaga

    Dekson H

    MartabeSumut, Medan


    Naiknya status Gunung Slamet dan Gunung Soputan menjadi Siaga (level III) serta Gunung Merapi menjadi Waspada (level II) membuat gunung api berstatus Siaga di Indonesia sebanyak 5. Sementara gunung api berstatus Waspada berjumlah 19. Ke-5 gunung api status Siaga adalah Gunung Slamet, Gunung Sinabung, Gunung Karangetang, Gunung Soputan dan Gunung Lokon.

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, melalui release yang diterima MartabeSumut, Kamis siang (1/5/2014), menjelaskan, ke-19 gunung api Waspada itu adalah Rokatenda, Kelud, Raung, Ibu, Lewotobi Perempuan, Ijen, Gamkonora, Soputan, Sangeangapi, Papandayan, Dieng, Gamalama, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci. "Penentuan status gunung api adalah kewenangan PVMBG Badan Geologi. Dimaksudkan memberikan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung," kata Sutopo.

     

    Dia mengungkapkan, makna status Siaga berarti semua data menunjukkan aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Sehingga tindakan yang harus dilakukan adalah sosialisasi di wilayah terancam, penyiapan sarana darurat, koordinasi harian dan pengaturan jadwal piket penuh. Sedangkan status Waspada disebutnya bermakna terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal,. Baik kegempaan, geokimia, deformasi, dan vulkanik lainnya. Dalam kondisi itu, lanjut Sutopo, tindakan yang diperlukan adalah sosialisasi, penilaian bahaya, pengecekan sarana serta pelaksanaan piket terbatas. "Peringatan dini diberikan kepada BNPB, Kepala Daerah, BPBD dan Pemda yang memiliki otoritas dalam penanggulangan bencana," ujarnya.

     

    Dari 5 gunung api berstatus Siaga dan 19 status Waspada, imbuhnya, penetapan tidak terjadi bersamaan waktu. Melainkan tergantung dari aktivitas gunung. Sutopo mencontohkan, Status Waspada Gunung Kerinci sudah ditetapkan sejak 9 September 2007 hingga saat ini. Begitu juga dengan Gunung Dukono sejak 15 Juni 2008 hingga sekarang. "Adanya peningkatan aktivitas gunungapi saat ini di Gunung Slamet, Merapi dan Bromo hampir bersamaan. Tidak ada saling keterkaitan satu gunung dengan lainnya. Yang penting masyarakat harus mengikuti semua arahan dari pihak berwenang," ingatnya.


    Gunung Soputan Menggeliat Jadi Siaga

     

    Sutopo menambahkan, aktivitas Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, hingga kini terus menunjukkan peningkatan. Terhitung mulai Kamis 1 Mei 2014 pukul 11.00 WITA, PVMBG disebutnya menaikkan status dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Hal itu didasarkan hasil pemantauan kegempaan Gunung  Soputan sejak bulan Januari hingga 1 Mei 2014 pukul 06:00 WITA. "Terjadi peningkatan jumlah gempa guguran, gempa hembusan dan vulkanik dalam (VA) terutama kegempaan pada tanggal 30 April hingga 1 Mei 2014 secara signifikan. Hasil pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Soputan secara visual teramati hembusan asap kawah putih hingga sedang dengan tinggi 50 - 100 Meter di atas puncak gunung. Kepala PVMBG telah melaporkan kenaikan status Siaga tersebut kepada Kepala BNPB, Gubernur Sulut, Bupati dan BPBD," terang Sutopo.


    Kepada masyarakat, Sutopo menganjurkan agar tidak beraktivitas pada radius sekitar 6,5 Km dari puncak Gunung Soputan. Sebab ancaman guguran lava dan awan panas guguran bisa terjadi setiap saat. "Dilarang melakukan pendakian, wisata dan aktivitas lain pada radius 6,5 Km. Masyarakat diimbau tetap tenang. Jangan terpancing isu menyesatkan. Masyarakat belum perlu mengungsi. Ada 568 jiwa penduduk yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB-3) dan 599 jiwa di KRB-2. Di Sulawesi Utara saat ini ada 3 gunung api berstatus Siaga. Yaitu Soputan, Karangetang (sejak 3-9-2013) dan Lokon (sejak 27-7-2011)," ungkap Sutopo. Di tempat lain, saat ini, beber Sutopo, Kepala BNPB Syamsul Maarif bersama Bupati Pemalang, BNPB, BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya sedang melakukan kunjungan ke stasiun pengamatan Gunung Slamet untuk melakukan koordinasi rencana kontinjensi erupsi Gunung Slamet. "Antisipasi dan kesiapsiagaan dilakukan untuk mengatisipasi kemungkinan terburuk dari Gunung Slamet," tutupnya. (MS/DEKSON)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER