Minggu

22 Jul 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.491,   Bulan Ini : 38.961
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 30 April 2014 | 13:10 WIB

    Telah dibaca 820 kali

    Gunung Merapi Waspada Level II, Gunung Slamet Siaga Level III

    Indah Ardina

    MartabeSumut, Yogyakarta

    Berdasarkan evaluasi peningkatan aktivitas kegunung-apian yang berada di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), BPPTKG Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Merapi dari Normal (level I) jadi Waspada (level II) sejak Selasa (29/4/2014) pukul 23.50 WIB. Sementara Gunung Slamet ditetapkan PVMBG dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) sedari Rabu (30/4/2014) pukul 10.00 WIB.

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, melalui release yang diterima MartabeSumut, Rabu siang (30/4/2014), menjelaskan, kenaikan status Waspada telah dilaporkan Kepala BPPTKG kepada Kepala BNPB, Gubernur, Bupati dan BPBD untuk melakukan upaya antisipasi. Aktivitas Gunung Merapi disebutnya mengalami peningkatan berdasarkan data 37 kali gempa guguran, 13 kali gempa multi phase, 4 kali hembusan, 24 kali gempa tektonik dan 29 kali gempa low frekuensi yang mengindikasikan meningkatnya fluida gas vulkanik yang berpotensi menimbulkan letusan.
    Secara visual, kata Sutopo, dilaporkan suara dentuman berulangkali hingga radius 8 Km. "Bunyi dentuman tersebut akibat  puncak gunung yang tidak tertutup kubah lava. Jika ada fluida berupa gas, uap, magma dan lain yang mengalir naik ke permukaan, maka langsung terlepas dengan tiba-tiba sehingga menimbulkan gelombang kejut di udara yang menyebabkan bunyi dentuman," ungkapnya.
     
    Pada sisi lain, lanjut Sutopo, Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan jajaran BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD DIY, BPBD Magelang, BPBD Klaten, BPBD Boyolali, dan BPBD Sleman untuk melakukan antisipasi. "Dalam waktu dekat akan digelar rapat koordinasi membahas kesiapsiaagaan dan rencana kontinjensi di tingkat daerah. Dengan status Waspada Gunung Merapi, direkomendasikan dilarang melakukan kegiatan pendakian kecuali untuk penyelidikan dan penelitian mitigasi bencana," tegasnya. Masyarakat juga diimbau Sutopo agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya namun tetap mengikuti arahan aparat. "Masyarakat sebaiknya tenang dulu dan belum perlu mengungsi. Tanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat melalui radio komunikasi 165.075 MHz atau kantor BPPTKG (0274) 514180, 514192. Aktivitas Merapi dimonitor lebih intensif," ingatnya.
     
    Aktivitas Gunung Slamet Dinaikkan Siaga
     
    Hal senada dibeberkan Sutopo atas peningkatan aktivitas Gunung Slamet di Jawa Tengah. Terhitung mulai Rabu (30-4-2014) pukul 10.00 WIB, Sutopo memastikan PVMBG Badan Geologi sudah menaikkan status Gunung Slamet dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). "Hari Selasa (29/4/2014) dari pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB terjadi 30 kali gempa letusan, 67 kali gempa hembusan asap, asap putih tebal kecoklatan - kelabu tebal setinggi 150 - 700 M, terdengar 26 kali suara dentuman dan terlihat luncuran lava pijar mencapai 1.500 Meter dari kawah. Secara umum intensitas dan frekuensi letusan Gunung Slamet semakin meningkat. Tubuh Gunung Slamet terlihat penggelembungan dari pos pengamatan di stasiun Cilik dan Buncis yang menunjukkan inflasi," singkapnya.


    Melihat realita tersebut, Sutopo menyatakan telah dikeluarkan rekomendasi daerah yang harus dikosongkan menjadi radius 4 Km dari puncak kawah. Dilarang melakukan pendakian, berkemah atau melakukan wisata hingga berada di dalam radius 4 Km. Masyarakat tetap diimbaunyatenang dan tidak terpancing isu-isu menyesatkan. "Belum perlu ada pengungsian karena permukiman yang ada saat ini masih berada pada zona aman. Permukiman penduduk terdekat sekira 10 - 12 Km dari puncak Gunung Slamet semisal Desa Jurang Manggu Kec. Pulosari, Kab. Pemalang." tutupnya, sembari menambahkan, Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan jajaran BNPB segera melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD 5 kabupaten yang berada di sekitar Gunung Slamet seperti Kab. Pemalang, Kab Banyumas, Kab Brebes, Kab Tegal, dan Kab Purbalingga. (MS/INDAH ARDINA)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER