Senin

22 Okt 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.157,   Bulan Ini : 59.828
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 23 April 2014 | 16:09 WIB

    Telah dibaca 1077 kali

    Status Tersangka Pejabat Kemendagri Seakan Benarkan Janggalnya E-KTP, Negara Diduga Rugi Rp.2,1 T

    Dekson H

    MartabeSumut, Medan

     

    Penetapan status tersangka kepada petinggi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-ktp) seakan membenarkan tuduhan berbagai pihak sejak digulirkannya rencana pengadaan e-ktp. Baik kejanggalan pengadaan perangkat pembuatan hingga proses pembuatan e-ktp yang sangat lama. Negara pun disebiut-sebut mengalami kerugian sekira Rp. 2,1 Triliun.


    Sebagaimana diketahui, pembuatan e-ktp bertujuan untuk memudahkan proses registrasi dan administrasi penduduk dalam berbagai hal. Namun kenyataannya, e-ktp tidak berfungsi seperti yang diharapkan bahkan menjadi proyek gagal pemerintahan. Demikian dijelaskan Ketua Umum Forum Akademisi IT (FAIT) Hotland Sitorus, melalui release yang diterima MartabeSumut, Rabu (23/4/2014). "Proyek e-ktp adalah proyek gagal pemerintah. Tidak bermanfaat sesuai tujuannya semula," ujar Hotland Sitorus, yang juga dosen IT di Universitas Tanjungpura Pontianak Kalbar.

     

    Hotland mengatakan, bila perangkat teknologinya saja sudah tidak benar. maka bagaimana mungkin proyek yang dikatakan canggih oleh Mendagri tersebut ternyata menghasilkan e-ktp ganda. "Perangkatnya pasti tidak benar. Sebagaimana imbauan Kemendagri sebelumnya, agar seorang penduduk tidak mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan lebih dari satu identitas (e-ktp). Bahkan imbauan ini dipertegas dengan mengenakan denda sebesar 50 juta rupiah," katanya.

     

    Artinya, lanjut dia, imbauan Kemendagri semenjak dini itu hanya menakut nakuti penduduk yang tujuannya untuk menutupi kelemahan sistem pembuatan e-ktp. Jika benar perangkat pembuatan e-ktp memang canggih sesuai spesifikasinya, maka tidak mungkin tercetak e-ktp ganda. "Saya berharap KPK juga mendalami kesesuaian spesifikasi perangkat yang digunakan dalam pembuatan e-ktp. Bukan hanya penggelembungan harga saja," tegas Hotland. Dia menduga, kerugian Negara menjadi sangat besar mengingat selain penggelembungan harga, terjadi juga penurunan spesifikasi perangkat. Potensi kerugian Negara disebutnya sekira Rp. 2,1 Triliun.



    Senada dengan itu, Sekjen FAIT Janner Simarmata mendorong KPK mendalami kerugian aspek teknologi e-ktp. "KPK harus mendalami kerugian aspek teknologinya. Baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya," ingat Janner Simarmata. Menurutnya, besar kemungkinan banyak data e-ktp yang tidak benar akibat persoalan semisal; tertukar, chip tidak berfungsi, data kosong atau bahkan data tidak dapat dibaca oleh mesin pembaca e-ktp (card reader). (MS/DEKSON)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER