Jumat

19 Jan 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.562,   Bulan Ini : 62.592
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 27 Maret 2014 | 19:58 WIB

    Telah dibaca 715 kali

    Gunung Merapi dan Gunung Slamet Semburkan Abu Tipis

    Dekson H

    MartabeSumut, Medan

     

    Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.914 Meter dan Gunung Slamet setinggi 3.418 Meter menyemburkan abu tipis, Kamis (27/3/2014). Kedua gunung yang terletak di Provinsi Jawa Tengah itu mengalami peningkatan aktivitas seismisitas sejak pukul 13.03 WIB - 13.27 WIB. Kemudian pada pukul 13.14 WIB terjadi hembusan yang mengeluarkan abu.

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, melalui Press Release yang diterima MartabeSumut, Kamis siang (27/3/2014), menjelaskan, hembusan abu Gunung Merapi disebabkan adanya pelepasan gas. Saat terjadi hembusan, kata Sutopo, kondisi puncak gunung tertutup awan. "Sebelumnya terjadi suara gemuruh. Masyarakat merasakan guncangan. Pukul 13.30 WIB. Hujan abu terjadi di beberapa tempat seperti Manisrenggo, Karangnongko (Klaten), Deles, Tegalmulyo dan Tlogowatu. Status Gunung Merapi tetap normal aktif (level I). Saat ini kondisi masyarakat normal. Masyarakat diimbau tetap tenang," ujarnya.

     

    Pada sisi lain, lanjut Sutopo, kondisi Gunung Slamet masih memunculkan gempa-gempa hembusan dan letusan. Namun tidak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. "Teramati 10 kali letusan dengan asap berwarna kelabu tebal. Tingginya sekira 300-800 Meter ke arah Timur. Gempa hembusan asap sebanyak 75 kali. Status Gunung Slamet waspada (level II). Masyarakat disarankan tidak melakukan aktivitas pada radius 2 Km," ingatnya.


    Kabut Asap Riau Diatasi dengan Hujan Buatan


    Sebelumnya, Sutopo menjelaskan pula bahwa beberapa hari cuaca kering akibat dampak siklon gillian di Riau diatasi melalui modifikasi cuaca menebarkan garam 5 Ton dengan pesawat Hercules dan Cassa. Maka pada Rabu siang (26/3/2014), katanya, hujan mulai turun di Kab Pelalawan, Kab Siak, Kab Rohil, Kab Inhil, Kota Pekanbaru dan Kab Kampar.


    Menyinggung Jumlah titik api, Sutopo mengatakan masih meningkat akibat pembakaran baru dan sisa titik api lama yang menyala kembali. Dibeberkannya, pada Rabu (26/3/2014) pukul 17.00 WIB, hotspot dari NOAA menemukan 68 titik api. Di Kab Bengkalis sebanyak 20, Kota Dumai 21, Kab Inhu 2, Kab Meranti 6, Kab Kuansing 1, Kab Pelalawan 4, Kab Rohil 6, Kab Rohul 1 dan Kab Siak 7. "Kepala BNPB Syamsul Maarif selaku Komandan Satgasops telah memerintahkan menggeser pasukan ke daerah-daerah yang terbakar. Sekira 3.000 personel gabungan dikerahkan memadamkan api di darat dan udara. Daerah yang sudah padam tetap dijaga agar tidak dibakar lagi. Luasnya daerah terbakat dan akses ke lokasi yang berat menyebabkanapi belum dapat dipadamkan semua. TNI telah memadamkan 13 titik api dan 29 titik api yang masih menyala di Inhu 1, Dumai 2, Bengkalis 16, Pelalawan 1, Siak 4, Rohil 5. Sedangkan Manggala Agni memadamkan api di lahan seluas 37,5 Ha," singkapnya.

     

    346 Kali Pemboman Air dari Udara

     

    Sutopo melanjutkan, Satgas udara juga telah melakukan 346 kali. Pemboman air dengan helikopter Sikorsky dilakukan sebayak 162 kali, heli Kamov 156 kali dan heli Bolcow 28 kali. Sementara jarak pandang di Riau disebutnya berkisar 3-7 Km. "Penerbangan sipil normal. Kualitas udara membaik yaitu kategori sedang di wilayah Petapahan, Dumai, Rumbai, Siak, Duri, Pekanbaru, Minas. Namun udara tidak sehat di kawasan Libo dan Bangko," tegasnya. Menyangkut penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terindikasi terlibat, Sutopo menyatakan hingga saat tersangka sudah berjumlah 100 orang dan 1 korporasi (PT. NSP). Kementerian LH dipastikannya sudah menetapkan 45 perusahaan pengelola HTI dan perkebunan yang terindikasi terlibat pembakaran lahan di Riau. "Bencana asap di Riau juga diatasi dengan pelayanan kesehatan/pengobatan gratis 267 pasien pada 4 lokasi," tutupnya. (MS/DEKSON)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER