Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 19 Maret 2012 | 22:42 WIB

    Telah dibaca 1133 kali

    Ketua Fraksi PD DPRDSU Tahan M Panggabean: Meski Sulit, Tapi Tepat Naikkan Harga BBM

    Budiman Pardede
    Ketua Fraksi PD DPRD Sumut Tahan M Panggabean. (Foto: MartabeSumut).

    Pemerintah Siapkan Rp. 30-40 Triliun untuk Dana Kompensasi

    MartabeSumut, Medan



    Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPRD Sumut Tahan M Panggabean mengatakan, meskipun pilihan pemerintah sulit, tapi kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah langkah yang tepat. "Meski sulit, tapi tepat menaikkan harga BBM," cetus Tahan dalam jumpa Pers di ruang Fraksi PD DPRD Sumut, Senin siang (19/3), menyahuti sikap partainya atas berbagai aksi penolakan massa terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.

    Berdasarkan keterangan tertulis sebanyak 3 halaman yang dibagikan kepada Wartawan, Tahan menguraikan, sebelum mengeluarkan sikap tersebut, pihaknya di Fraksi PD DPRD Sumut dan Fraksi PD di DPRD Medan telah lebih dulu melakukan kajian diskusi bertajuk 'bahan bakar minyak dan pembangunan bangsa' pada 14 Maret 2012 lalu. Dengan menghadirkan pembicara dari Unimed DR Dede Ruslan, MSi, dan DR Sabam Malau, kata Tahan, terungkap kesimpulan bahwa kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan pemerintah mulai 1 April 2012 merupakan langkah sulit namun sangat tepat. "Menaikkan harga BBM sebesar Rp.1.500/Liter menjadi kebijakan sangat masuk akal bila dikaji dari sisi ilmiah. Sebab ada 2 faktor yang di luar kendali pemerintah yakni kenaikan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah," terang Sekjen DPD Partai Demokrat Sumut itu.

    Asumsi Pemerintah

    Mengacu pemikiran akademisi dari ke-2 narasumber, lanjut Tahan, asumsi pemerintah terkait anggaran sektor BBM yang dituangkan APBN 2012 mencapai Rp. 1.435,41 Triliun dengan harga minyak mentah dunia di kisaran harga US$ 90/Barel, kenyataannya berbeda drastis tatkala harga BBM dunia di atas US$ 100/Barel. Sementara asumsi subsidi BBM dalam APBN 2012 berada pada angka Rp.123, 6 Triliun atau 8,61%. "Jadi jika BBM tidak dinaikkan, subsidi BBM di APBN mencapai Rp. 178, 62 Triliun atau 12, 44 %. Tanpa kenaikan BBM bersubsidi anggaran kita bisa jebol. Sedangkan kenaikan BBM bersubsidi menjadi Rp.6.000/Liter APBN bakal mengeluarkan anggaran pada kisaran Rp. 128, 5 Triliun," beber Tahan, seraya membenarkan asumsi berdasarkan analisis para narasumber tersebut.

    Perbandingan Harga BBM

    Tahanpun mengungkapkan perbandingan harga BBM Indonesia (Premium Rp.4.500, Solar Rp.4.500) dengan 6 negara tetangga berdasarkan hitungan Rupiah per Liter. Diantaranya; Malaysia (Premium Rp.5.066, Solar Rp.4.784), Vietnam (Premium Rp.7.759, Solar Rp.7.049), India (Premium Rp.9.103, Solar Rp.6.691), Thailand (Premium Rp.8.777, Solar Rp.7.367), Filipina (Premium Rp.8.451, Solar Rp.6.590) dan Singapura (Premium Rp.11.560, Solar Rp.8.429). "Dengan melihat data-data di atas, Fraksi Partai Demokrat berpendapat bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi adalah suatu hal yang wajar dan justru bertujuan untuk pembangunan bangsa," yakinnya.

    Subsidi Beratkan Kantong APBN

    Secara ringkas, imbuh Tahan lebih jauh, kebijakan pemerintah menaikkan BBM bersubsidi semata-mata untuk mengatasi subsidi BBM yang memberatkan kantong APBN. Namun pengurangan subsidi disebutnya akan diikuti dengan program pro rakyat melalui dana sebesar Rp.30-40 Triliun untuk dialokasikan kepada 30% penduduk miskin atau sekira 18,5 juta keluarga miskin (74 juta jiwa) berbentuk bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). "Mulai April-Desember 2012 keluarga miskin mendapat Rp. 1.35 juta/jiwa atau Rp.150.000/bulan," tutup Tahan, sembari mengimbau jajaran Partai Demokrat Sumut agar terus memberikan pencerahan yang baik sesuai data-data aktual di atas sehingga menambah nilai wawasan kepada rakyat. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ketua Fraksi PD DPRDSU Tahan M Panggabean: Meski Sulit, Tapi Tepat Naikkan Harga BBM'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER