Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 522,   Bulan Ini : 56.330
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 11 Februari 2014 | 00:10 WIB

    Telah dibaca 1475 kali

    Massa Unjukrasa Dukung Terdakwa Korupsi Dirut PDAM Tirtanadi Nonaktif Azzam Rizal

    Dekson H
    Ratusan orang pendukung terdakwa korupsi Azzam Rizal saat berunjukrasa di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Senin siang (10/2/2014). (Foto: MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Ratusan orang pendukung terdakwa kasus korupsi Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut nonaktif Azzam Rizal berunjukrasa ke kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), Senin (10/2/2014). Dalam aksinya, massa berbendera beberapa elemen tersebut menuding Kejatisu telah melakukan penzoliman terhadap Azzam Rizal melalui tuntutan yang direkayasa. Sementara di gedung DPRDSU, demonstran meminta wakil rakyat memanggil Kejatisu dan Kapoldasu dalam forum rapat dengar pendapat (RDP).

     

    Pantauan MartabeSumut di kantor Kejatisu Jalan Tritura Medan, pengunjukrasa tiba sekira pukul 10.30 WIB. Mereka langsung berdiri di depan pagar Kejatisu seraya memajang spanduk dan karton-karton bertuliskan kata-kata protes. "Kejatisu telah menzolimi Azzam Rizal, Kejatisu jangan jadi JPU yang merupakan singkatan jaringan penghamba uang. Penahanan dan tuntutan terhadap Azzam Rizal sangat ganjil, Laporan Hasil Audit (LHA) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut menyimpang". Koordinator Aksi Dedy Suhairi, SAg, yang dionfirmasi MartabeSumut di lokasi aksi, mengatakan, pihaknya bersama 9 elemen menduga kuat telah terjadi konspirasi pihak tertentu untuk menjatuhkan Azzam Rizal selaku Dirut PDAM. "Tanggal 2 Juli 2013 Kepala Perwakilan BPKP Sumut mengeluarkan LHA Nomor SR-77/PW02/5/2013 tentang penghitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Sumut tahun 2012. Laporan BPKP itu keliru sebab menuduh Pak Azzam Rizal selaku Dirut telah melakukan korupsi senilai Rp.5, 2 Miliar," ungkap Dedy.


    LHA BPKP Sumut Menyimpang?

     

    Menurut Dedy, pihaknya memiliki 4 indikasi penyimpangan berdasarkan LHA yang dikeluarkan BPKP Sumut. Diantaranya; BPKP Sumut menghitung kerugian keuangan negara dengan menggunakan data, bukti dan dokumen penyidik Polda Sumut. Kemudian BPKP sebagai aparat pengawas intern pemerintah (APIP) melakukan audit pada koperasi karyawan (Kopkar) Tirtanadi karena BPKP hanya memeriksa dokumen milik Kopkar Tirtanadi berupa voucher bukti pembayaran yang dilakukan Kopkar. Selanjutnya BPKP juga tidak mengakui beberapa perhitungan biaya sesungguhnya yang dilakukan Kopkar Tirtanadi semisal pembayaran PPN AAgustus -November 2012 yang dibayar bendahara atau juga tidak mengakui pembayaran gaji pegawai Kopkar melainkan hanya mengakui petugas kolektor/loket saja. "Dan banyak lagi hasil LHA BPKP Sumut yang ganjil dan menyimpang. Lucunya, LHA BPKP Sumut itu dijadikan Kejatisu melalui JPU Netty L Silaen sebagai dasar surat dakwaan yangdikeluarkan tanggal 23 September 2013 atas dugaan kerugian keuangan negara  sebesar Rp. 5,2 Miliar. Mau kemana negara ini kalau begitu," heran Dedy, seraya menambahkan, Kejatisu selaku panglima hukum di Sumut harusnya bisa memilah-milah mana dakwaan yang lengkap atau sebatas rekayasa.


    Massa ke Gedung DPRDSU

     

    Setelah puas menyampaikan aspirasi di kantor Kejatisu, pada pukul 12.10 WIB demonstran menuju gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan. Kali ini massa pendukung Azzam Rizal berorasi dari luar halaman Dewan. "Panggil orang-orang yang terlibat menzolimi Azzam Rizal. Banyak sekali saksi ahli dalam persidangan yang tidak memberatkan Azzam. Kami minta DPRDSU menyurati Kompolnas agar bisa memanggil Kapoldasu. Panggil juga BPKP Sumut yang salah mengaudit. Panggil pula Kejatisu supaya misteri hukum yang janggal ini dapat diungkap," teriak salah satu demonstran dengan pengeras suara. Pengamatan MartabeSumut di gedung Dewan, pada pukul 12.25 belasan perwakilan demonstran dibawa Humas DPRDSU Rospita Pandiangan menemui anggota Komisi C di Lantai II. Namun sebagain besar mereka menolak sembari berteriak-teriak keras menghujat Komisi C. "Kami mau diterima Komisi A. Komisi C itu komisi keuangan yang gak jelas kiprahnya. Makan uang rakyat aja kerjanya," jerit salah satu pengunjukrasa, sambil turun menuju Lt I ruang Komisi A. Wakil Ketua Komisi A DPRDSU Raudin Purba akhirnya menerima belasan perwakilan massa pada pukul 12.33 WIB. Dalam pertemuan itu Raudin menyatakan akan meneruskan aspirasi demonstran kepada pimpinan Dewan menyangkut permintaan RDP dengan pihak-pihak terkait. Massa pendukung Azzam Rizal membubarkan diri pada pukul 13.30 WIB sambil mengingatkan DPRDSU untuk menggelar RDP secepatnya. "Kami minta RDP karena DPRDSU perlu mendengar keterangan semua pihak. Kalau bisa sebelum hari Jumat 14 Februari 2014. Sebab saat itu ada sidang Pledoi di Pengadilan Tipikor Medan," imbau pengunjukrasa. (MS/BUD/DEKSON)


     
     

    Komentar

    Ramli.J.Marapaung - ramlijackmarpaung@yahoo.co.id - Medan
    kita berharap masyarakat kita jangan mau di pengaruhi pihak pihak tertentu untuk unjuk rasa, untuk membentuk oponi publik dan mempengaruhi keputusan hakim.serahkan kepada penegak hukum, pergunakan upaya upaya hukum yang ada, unjuk rasa bukan bagian dari upaya hukum. kita berharap unjuk rsa tidak akan mempengaruhi keputusan hukum, jika benar katakan benar...jika salah katakan salah
    Penegak Keadilan - penegak_keadilan@gmail.com - Medan
    Wooi TIRTA MAN, kalo kau sportif tunjukkan nama asli, jangan samaran. Kami hanya berjuang menegakkan keadilan UTK PAK AZZAM. Kau cuma pandai bicara karena dibayar RECEHAN. Tunjukkan nama kau biar kutunjukkan siapa aq. Paham Anda arti kata2 sportif kan?. Trims MartabeSumut dan Maaf bila ada kalimat keras.
    TIRTA MAN - miauwpuss@yahoo.com - MEDAN
    HOI DEDDY, KAMU ITU TAU APA MASALAH INTERNAL DI PDAM, JANGAN KAMU MAU DIBAYAR OLEH KAKI TANGAN AZZAM RIZAL, KALAU KAMU BILANG KOMISI C MAKAN UANG RAKYAT SAJA KERJANYA, LANTAS BGM KALAU AZZAM RIZAL MAKAN UANG KAMI (UANG KOPERASI = UANG KARYAWAN). HANYA DEMI UANG RECEHAN YG KAU TERIMA KAU RELA MEMBELA ORANG YG TELAH MENGGEROGOTI PDAM TIRTANADI.
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER