Sabtu

23 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 7 Desember 2013 | 00:07 WIB

    Telah dibaca 2209 kali

    Raudin Purba Reses ke Langkat, Warga Keluhkan PT Karimun Aromatic yang Dituding Rampas Lahan 400 Ha

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Drs H Raudin Purba (baju biru tengah) meninjau lokasi lahan warga Pangkalan Siata Langkat yang disebut-sebut dirampas PT Karimun Aromatic, Rabu (4/12/2013). (Foto: Ist/MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Drs H Raudin Purba menunaikan agenda reses dengan menyerap aspirasi rakyat Desa Pangkalan Siata Kec Pangkalan Susu Kab Langkat, Rabu (4/12/2013). Di lokasi tersebut, Raudin mendengar keluhan warga terkait operasional PT Karimun Aromatic (KA) yang dituding merampas lahan seluas 400 Hektare (Ha).

     

    Sengaja melakukan kontak telepon kepada MartabeSumut, Jumat malam (6/12/2013), Raudin Purba mengungkapkan, dirinya terkejut mengetahui laporan warga Pangkalan Siata tentang arogansi PT Karimun Aromatic yang merajalela membabat tanaman rambung dan sengon masyarakat. Berdasarkan cerita Kades Pangkalan Siata Ngatirin dan Ketua Kelompok Tani Slamet, ungkap Raudin, masalah mulai dirasakan masyarakat tatkala PT KA mulai masuk tahun 1986 dengan Hak Guna Usaha (HGU) penananman sawit dan karet seluas 725 Ha. "Tanaman rakyat dibabat pakai buldozer dan lahannya dirampas. Rakyat sudah minta mediasi Bupati Langkat tapi tidak digubris sampai saat ini. Sehingga warga mengadu ke Polres Langkat," ujar Raudin. 

     

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Dapil XI Kota Binjai/Kab Langkat tersebut melanjutkan, lahan yang dibabat PT KA diperkirakan mencapai 2.200 Ha. Hal itu disebutnya diketahui karena pernah diukur warga. "Silahkan 725 Ha dikuasai tapi jangan lahan warga yang dibabat dengan buldozer. Itu sama saja merampas kehidupan rakyat kecil," ingatnya. Raudin juga menyesalkan sikap Bupati Langkat yang tidak tegas namun terkesan mandul. Sehingga akhirnya warga mengadu ke Polres yang kemudian diambil alih pihak Polda Sumut. "Ada perampasan, kenapa Subdit Harta dan Benda (Harda) Polda Sumut tidak mengambil tindakan bila memang ada perampasan lahan sesuai laporan warga. Sekarang warga dan PT KA menunggu jalur hukum atas dugaan perampasan lahan sekira 400 Ha," ujarnya.

     

    Wakil Ketua Komisi A DPRDSU ini menegaskan, mandulnya sikap Bupati Langkat terindikasi dari jawaban Asisten I Pemkab Langkat Drs H Abdul Karim Nasution, MAP, yang dihubunginya saat itu juga. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada dana," kata Asisten I Pemkab Langkat Drs H Abdul Karim Nasution, MAP, seperti ditirukan Raudin Purba. Oleh sebab itu, lanjut Raudin lagi, bila benar PT KA merampas lahan masyarakat, maka pihak terkait harus mencabut izin HGU yang dimiliki sebab melakukan pelanggaran HAM serta merusak perkebunan rakyat. "Saya minta Kapoldasu menangkap Pemilik PT Karimun Aromatic Handoko Winata dan Lili Winata. Periksa juga Otto selaku mantan Kades Pangkalan Siata yang diduga memalsukan Surat Keterangan Tanah (SKT) masyarakat," cetusnya.

     

    30 Km Jalan Kacau Balau dari Besitang - Pangkalan Siata

     

    Pada sisi lain, masih di lokasi reses Desa Pangkalan Siata, Raudin Purba menemukan pula fakta miris terkait jalan kacau balau sepanjang 30 Km yang menghubungkan Besitang dan Pangkalan Siata. Selama 68 tahun Indonesia merdeka, imbuhnya, warga membeberkan masalah pembangunan yang sangat memprihatinkan. Baik menyangkut listrik yang baru masuk desa sejak 6 bulan lalu hingga berbagai fasilitas umum yang tidak ada padahal sangat dibutuhkan masyarakat. Artinya, timpal Raudin lagi, lokasi jalan yang dilihatnya saat reses terbukti berantakan dan segera menjadi kubangan lumpur bila hujan turun. Sehingga anak-anak SMP yang menempuh perjalanan 7 Km ke sekolahnya semakin mengalami kesulitan setiap hari. Belum lagi arus transportasi kendaraan akan segera putus ke pusat desa. Bila transportasi putus, maka Raudin memastikan perekonomian warga porak poranda. "Akses jalan sepanjang 30 Km yang tak tersentuh pembangunan kurun waktu 68 tahun wajib diperhatikan pemerintah. Bupati Langkat jangan lemah dan mandul membantu rakyat dalam menghadapi PT Karimun Aromatic. Bupati juga jangan tidak mau tahu dengan kondisi akses jalan yang urgen diperbaiki," ingat Raudin Purba dengan nada tinggi. (MS/BUD)

     

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Raudin Purba Reses ke Langkat, Warga Keluhkan PT Karimun Aromatic yang Dituding Rampas Lahan 400 Ha'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER