Minggu

22 Jul 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.478,   Bulan Ini : 38.948
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 3 Oktober 2013 | 00:28 WIB

    Telah dibaca 1391 kali

    Alamakjangg, Ketua MK Akil Mochtar Disebut-sebut Ditangkap KPK Karena Suap Sengketa Pilkada Rp.2 M

    Kristoffel
    Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi saat menggelar Temu Pers di gedung KPK Jakarta, Kamis dini hari (3/10/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Jakarta

     

    Satu peristiwa miris kembali terjadi. Kali ini menyangkut dugaan korupsi dan suap Rp. 2 Miliar terkait sengketa Pilkada salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. Tak tanggung-tanggung, operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (2/10/2013) sekira pukul 22.00 WIB di Jakarta, menyeret nama Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar (AM) yang juga mantan Politisi Partai Golkar.

     

    Kepada wartawan di gedung KPK Jakarta, Kamis dini hari (3/10/2013), Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi mengatakan, penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan pada pukul 10 malam atas dugaan suap sengketa Pilkada salah satu kab di Provinsi Kalimantan. "KPK menangkap 3 orang di Komplek Widya Candra Jakarta. Diantaranya AM dari lembaga MK, CHN anggota DPR RI dan CN yang diduga pengusaha. Sementara 2 lagi adalah orang daerah namun ditangkap dari salah satu hotel di Jakarta.  Yaitu DH diduga swasta dan BH seorang kepala daerah," ungkap Johan Budi, seraya menambahkan, Komplek Widya Candra Jakarta adalah kediaman AM.

     

    Menurut Johan Budi, uang yang diamankan penyidik KPK berbentuk dollar Singapura dengan nilai rupiah sekira Rp. 2-3 Miliar. "Semua masih berstatus terperiksa. Penyidik KPK punya waktu 1x24 jam untuk memutuskan status mereka nanti," akunya. Saat dikejar wartawan inisial AM tersebut, Johan Budi tak bisa mengelak. "Sekarang mungkin AM itu Ketua MK. Penyidik masih mendalami kasus ini," tegasnya. Mantan Ketua MK Mahfud MD yang diwawancarai salah satu TV swasta nasional, Rabu malam (2/10/2013), sulit mengingkari inisial AM adalah Ketua MK Akil Mochtar. "Setelah menonton TV, saya langsung menelepon Sekjen MK. Dan Sekjen MK meraung-raung memberitahukan kepada saya kalau Ketua MK Akil Mochtar sudah ditangkap KPK," kata Mahfud MD. Pantauan wartawan MartabeSumut di gedung KPK Jakarta, hingga kini penyidik KPK sudah menahan ke-5 orang yang terkena operasi tangkap tangan itu. Namun wartawan belum berhasil mendapatkan foto langsung kelimanya karena sedang menjalani pemeriksaan intensif di ruang tertutup. Beberapa wartawan media cetak, media online dan elektronik juga tampak 'menyemut' memenuhi gedung KPK. (MS/KRISTOFFEL)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER