Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 1 September 2013 | 13:46 WIB

    Telah dibaca 2801 kali

    TOD Unsur Penting Meningkatkan Kenyamanan Penumpang KA ke Bandara KNIA

    Golfrid Hutagaol
    PT. Railink membawa 8 gerbong kereta api baru tujuan Bandara Internasional Kuala Namu buatan Woojin Korea Selatan yang tiba di Stasiun Besar Kereta Api Medan, Jumat (30/8/2013). (Foto: MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Presiden The Korea Transport Institute Thomas G Jin, PhD, mengingatkan, transit oriented development (TOD) menjadi salah satu unsur penting yang harus diperhatikan manajemen bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) dalam meningkatkan kenyamanan transportasi penumpang yang datang maupun pergi memakai jasa kereta api (KA).

     

    Tatkala bericara dalam Focus Group Discussion Integrated Public Transport Facilities (Case Study Kuala Namu Airport) yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia/Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Jumat (30/8/2013) di Hotel Grand Angkasa Medan, Tomas berkeyakinan, konsep terintegrasi antara bisnis dan transportasi harus menghasilkan kenyamanan penumpang. Thomas pun mencontohkan situasi di Bandara di Incheon, Korea, yang saat ini telah menerapkan konsep TOD. "Para penumpang dimudahkan dengan adanya sistem check in di stasiun kereta api. Selain itu, alternatif berbagai fasilitas yang tersedia menjadi pilihan bagi calon penumpang sesuai keinginan masing-masing," tegasnya, sembari menambahkan, ci bandara negeri ginseng itu tersedia mobil limousine angkutan umum sebanyak 55 persen, kendaraan pribadi 23,1 persen, taksi 6,7 persen, bus 8,6 persen dan kereta api 5,9 persen.

     

    Menarik Penumpang Tertinggi

     

    Di tempat sama, dosen Teknik ITB Ir Sri Hendarto MSc, menambahkan, stasiun kereta api bandara yang menarik presentase tertinggi penumpang bandara dan karyawan memiliki beberapa karakteristik umum. Diantaranya; lokasi stasiun terletak di tempat strategis sehingga bisa dengan nyaman berjalan kaki dari teriminal. "Syarat ideal terletak pada jarak 500 meter dari gedung terminal," katanya. Kemudian, jarak yang direkomendasi antara hidung kereta api dan fasilitas bagasi serta check ini adalah 300 meter, meminimalkan penggunaan tangga atau menggunakan eskalator, menghilangkan kebutuhan penumpang untuk menyeberang jalan raya, mengakomodasi penumpang dengan kereta bagasi atau koper dengan roda serta berdekatan dengan daerah pengambilan bagasi.

     

    Penanganan Bagasi

     

    Penanganan bagasi dikatakannya, harus dibuat lebih mudah. Selanjutnya diikuti penyediaan layanan porter untuk membantu mengangkut bagasi antara terminal dan platform rel. "Perhatikan pula kenyamanan fasilitas bagasi troli yang dapat menyertai seseorang penumpang di seluruh rute antara area pengambilan bagasi dan platform kereta api. Termasuk eskalator atau lift (jika) diperlukan," ingatnya. Sedangkan Kadishub Medan Renward Parapat menegaskan, untuk mengantisipasi kemacetan jalan raya, jadwal keberangkatan kereta api menuju Bandara KNIA setiap 1 jam sekali dan bukan tiap 20 menit sekali. Tampak hadir dalam dialog tersebut Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir, Kabid Perencanaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I Provinsi Sumatera Utara Faturrahman, PT Angkasa Pura II, PT KAI sebagai pembahas diskusi, Sekretaris Dishub Sumut Faisal, Kabid Darat Darwin Purba, Kabid Sarana dan Prasana Iswar, Kabid Laut Rochyani Litiloly dan beberapa unsur terkait.

     

    Untuk diketahui, pada tahap pertama PT. Railink meluncurkan 2 set kereta api berjumlah 8 gerbong yang akan digunakan sebagai transportasi menuju Bandara KNIA. Satu unit kereta api lagi dijadwalkan datang dari Korea dan tiba di Medan pada tanggal 15 September 2013. (MS/GOLFRID)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'TOD Unsur Penting Meningkatkan Kenyamanan Penumpang KA ke Bandara KNIA'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER