Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 13 Agustus 2013 | 00:08 WIB

    Telah dibaca 2163 kali

    Puluhan Eks Buruh PT Dextonindo Persada Tagih Janji Komisi E DPRDSU

    Budiman Pardede
    Eks buruh PT Dextonindo Persada berunjukrasa ke gedung DPRDSU dan duduk di atas karton-karton berisi kalimat protes, Senin (12/8/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Sedikitnya 20 eks buruh PT Dextonindo Persada kembali mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) di Jalan Diponegoro Medan, Senin siang (12/8/2013). Mereka menaburkan karton-karton protes seraya menagih janji Komisi E DPRDSU terkait rencana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan 12 Agustus 2013.

     

    Pantauan MartabeSumut di lokasi, massa tiba di DPRDSU sekira pukul 10.30 WIB. Mereka menggunakan sepeda motor dan langsung berkumpul di depan pagar. Selanjutnya demonstran memajang bendera, umbul-umbul dan menaburkan karton-karon berisi kalimat protes di halaman DPRDSU. Kepada MartabeSumut, Koordinator aksi Hilda M Sinaga mengatakan, pihaknya datang ke gedung Dewan untuk menagih janji RDP yang dijadwalkan Komisi E DPRDSU. "Pada hari Rabu 24 Juli 2013 lalu kami sudah diterima Komisi E DPRDSU. Dalam pertemuan itu, anggota Komisi E DPRDSU Mustofawiyah Sitompul menyatakan akan mengundang RDP puluhan eks buruh yang di PHK, manajemen PT Dextonindo Persada dan pihak-pihak terkait lainnya," beber Hilda. Oleh sebab itu, lanjutnya, kehadiran ke gedung Dewan bertujuan memastikan apakah sudah diagendakan DPRDSU atau tidak. "Kalau hari ini ageda RDPnya, kami sudah siap. Kalau bukan hari ini, tentu saja kami mau tau kapan dijadwalkan," tegasnya.

     

    Selang 1 jam beraksi, 2 perwakilan massa akhirnya dibawa masuk petugas keamanan menemui Syahrul, salah satu staf Komisi E DPRDSU. Dari percakapan diperoleh kepastian jadwal bahwa agenda RDP telah dimasukkan Badan Musyawarah (Bamus) DPRDSU pada tanggal 15 Agustus 2013. Mengetahui informasi tersebut, eks buruh PT Dextonindo Persada membubarkan diri secara teratur pada pukul 13.15 WIB.

     

    Nyaris Berkemah

     

    Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, puluhan eks buruh PT Dextonindo Persada nyaris berkemah di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Jalan Diponegoro Medan, Rabu siang (24/7/2013). Pasalnya, mereka mengaku telah dianiaya preman saat unjukrasa ke kantor PT Dextonindo Persada di Jalan Gatot Subroto dan saat mengadu ke DPRDSU beberapa waktu lalu.

     

    Namun aksi tersebut batal terlaksana sebab anggota Komisi E DPRDSU langsung menerima semua pengunjukrasa di ruang rapat Komisi E pada pukul 12.10 WIB. Pengamatan MartabeSumut di gedung Dewan, beberapa perwakilan buruh yang terdiri dari M Indra Batubara, Hilda M Sinaga, Remon Simatupang dan Siagian, itu mencurahkan keluh kesah kepada anggota Komis E DPRDSU Mustofawiyah Sitompul dan Andi Arba. Menurut M Indra Batubara, dirinya telah menjadi korban penusukan benda tumpul oleh kalangan preman saat berunjukrasa di kantor PT Dextonindo Persada di Jalan Gatot Subroto tanggal 22 Juli 2013. "Jam 10 pagi kami demo ke kantor PT Dexton di Jalan Gatot Subroto samping Makro. Kami berjumlah 10 orang dan kami membentang spanduk. Tiba-tiba datang 15 preman yang mengancam, memaksa bubar serta memaki-maki. Ada yang mau mencucuk saya dengan pisau tapi cepat saya tangkap. Namun tangan dan perut saya tetap saja terkena pisau," singkap Batubara, yang merupakan karyawan outsourcing PT Kalimantara beralamat di Jl HM Yamin/pimpinan Ali Leonard. 

     

    Preman Pukuli Demonstran

     

    Setelah terluka, lanjut Batubara, rekan-rekannya juga dipukuli para preman yang terang-terangan menyebutkan identitas dari MPI. "Kami memang bubar beraksi. Tapi ketikan kejadian penganiayaan itu, ada 2 personel polisi tapi mereka cuma duduk diam saja melihat-lihat dari dalam warung. Pimpinan aksi kami pun sudah berteriak minta tolong namun polisi tetap diam saja. Aparat gak ada reaksi. Makanya setelah itu kami langsung mengadu ke Polsek Sunggal," beber Batubara lagi.

     

    Sementara itu, Hilda M Sinaga, membeberkan, sebagai pimpinan aksi saat berunjukrasa tanggal 22 Juli 2013, pihaknya ingin meminta manajemen PT Dextonindo Persada memperhatikan 16 outsourching yang sudah di PHK sepihak oleh perusahaan. Kemudian menuntut manajemen menerapkan hak-hak normatif pekerja yang kerap dilanggar. "Namun saat demo kami justru didatangi preman. Ironisnya, saya melihat polisi diam saja. Kami demo menuntut hak-hak buruh yang di PHK sepihak dan berbagai tuntutan tentang hak-hak normatif lainnya. Kami sudah berunjukrasa sejak 4 bulan lalu," ungkap Hilda.

     

    16 Pekerja Outsourching di PHK Sepihak

     

    Sedangkan Remon Simatupang, yang juga Ketua Korwil Sumut Sumbagut, menjelaskan, kini ada 16 orang buruh outsourching yang di PHK sepihak dan dikembalikan ke PT Kalimantara. "Kami pernah demo di Kawasan Industri Medan (KIM) 3 tempat produksi semen curah PT Dexton Persada. Tapi di sana demo kami dihadang juga oleh orang-orang berseragam IPK. kemarin kami demo menuntut hak ke kantor PT Dextonindo di Jalan Gatot Subroto, malah datang preman mengaku dari MPI," cetus Remon. Menurut dia, operasional PT Dextonindo Persada sangat ganjil dan terindikasi melanggar banyak aturan. Remon mengatakan, operasional perusahaan terletak di KIM 3 dan di Jalan Gatot Subroto Medan. "Kami rasa ini ganjil, masak membuka usaha cabang di tengah kota yang menghasilkan polusi abu dari proses redimix/semen curah. Produksi besar kok di Gatot Subroto bukan di KIM 3 ? Makanya kami demo ke kantor PT Dextonindo di Jalan Gatot Subroto tapi rekan kami malah jadi korban kena pisau di tangan dan perut hingga pemukulan preman-preman," ujarnya. Siagian menambahkan, DPRDSU harus memanggil Kapoldasu karena saat ini aparat polisi selaku penegakan hukum di Sumut terkesan buang badan dan selamat badan saat ada kejadian/kerusuhan.

     

    DPRDSU Gelar RDP 12 Agustus 2013

     

    Menanggapi keluhan tersebut, anggota Komisi E DPRDSU Mustofawiyah Sitompul berjanji akan merencanakan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) tanggal 12 Agustus 2013. "Rekomendasi kami adalah, DPRDSU menjadwalkan pertemuan setelah Idul Fitri. Kami tidak dalam kapasitas mengadili. Tapi kami akan menekan secara hukum atau nego dengan pihak perusahaan," katanya. Bulan Agustus 2013, imbuh Mustofawiyah, Komisi E DPRDSU mengagendakan RDP bersama Polresta Medan, Disnaker Medan, PT Dexton Persada, PT Kalimantara, SBSI dan Disnaker Sumut. "Saran saya jangan bertenda walau gedung ini rumah rakyat. Percayakan saja kepada kami untuk menjembatani persoalan secepat-cepatnya. Kapoldasu gak perlu diundang sebab menyangkut otoritas persoalan lokal. Tanggal 3-11 Agstus 2013 kami libur Idul Fitri. Jadi kita rencanakan tanggal 12 Agustus 2013," tutupnya, sembari menambahkan, Komisi E DPRDSU berupaya menjembatani penyelesaian masalah tapi Dewan juga mempunyai keterbatasan otoritas.

     

    Salah seorang pengunjukrasa, Sahbuddin, yang ditemui MartabeSumut di lokasi rapat, menjelaskan, dirinya adalah salah satu korban PHK sepihak PT Dextonindo Persada. Perusahaan pengecoran/penyedia semen cor curah untuk proyek bangunan itu pun dinilainya sudah keterlaluan karena kerap melanggar hak-hak normatif pekerja maupun keputusan PHK sepihak. Saya memang pekerja outsourching eks PT Dextonindo Persada masa kerja 10 bulan. Saya harap hukum menindak perusahaan bila memang salah dan pelaku kriminal diseret ke pengadilan," imbaunya dengan nada tinggi. Puluhan eks buruh PT Dextonindo Persada akhirnya meninggalkan gedung DPRDSU pukul 14.20 WIB. Massa melipat kembali tenda pelastik warna biru yang sempat dipajang di pinggir gerbang dan mengumpulkan karton-karton bertuliskan kata-kata protes yang sempat ditaburkan di halaman DPRDSU. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Puluhan Eks Buruh PT Dextonindo Persada Tagih Janji Komisi E DPRDSU'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER