Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 25 Februari 2012 | 16:18 WIB

    Telah dibaca 1370 kali

    Poldasu Nyatakan Tes Urine AKBP ABR Positif, Tapi Kuasa Hukumnya Keheranan

    Roy
    Ilustrasi Foto Courtesy Google

    MartabeSumut, Medan

     



    Kendati pihak Poldasu telah menyatakan hasil tes urine AKBP ABR positif mengandung Narkoba, tapi AKBP ABR dan kuasa hukumnya Marudud Simanjuntak justru mengherankan hasil tes tersebut. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, hasil tes yang dilakukan Laboratorium dan Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Medan terhadap urine AKBP ABR positif mengandung Narkoba jenis Flunitrazepam.

    "Flunitrazepam terdapat dalam psikotropika golongan III dengan efek ketergantungan sedang dari kelompok hipnotik. Hasil pemeriksaan urine AKBP ABR positif mengandung Narkoba. Sementara hasilnya memang demikian, nanti kami dalami lagi," papar Heru di kantornya, kemarin. Diakui Heru, hasil tes urine AKBP Aprianto itu dituangkan dalam surat nomor Lab: 864/NMF/2012 tertanggal 22 Februari 2012. Tes urine dilakukan tim Labfor pada Rabu (15/2).

    Pusat Labfor Berhati-hati

    Menurut Heru, Pusat Labfor Mabes Polri sangat berhati-hati mengeluarkan hasil tes urine sehingga harus memakan waktu hingga sepekan. "Apalagi memang ini jenis pil happy five, tapi ini belum diketahui termasuk psikotropika atau narkotika jenis zat yang bagaimana," akunya. Meski urinenya telah positif mengandung psikotropika, ABR dikatakan Heru belum ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Heru, penyidik masih perlu mendalami lagi untuk meningkatkan status perwira menengah (pamen) itu dari saksi ke tersangka.

    Dijelaskan dia, penyidik Direktorat Narkoba Polda Sumut berencana memeriksa kembali AKBP ABR pekan depan. Sebab hasil tes urine merupakan petunjuk awal untuk mengembangkan kasusnya. "Keterangan sementara berbeda, jadi bisa juga menjadi petunjuk untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan," paparnya.

    ABR Mengharapkan Proses yang Adil

    Dalam kesempatan terpisah, AKBP ABR didampingi kuasa hukum Marudud Simanjuntak mengatakan akan mengikuti proses hukum dan berharap penyidik benar-benar adil dalam memproses kasus yang dihadapinya. "Saya serahkan semua kepada penyidik dan pimpinan untuk memproses. Tapi saya juga sempat heran, kenapa hasil tes urine saya 9 hari baru keluar. Padahal 1 hari saja bisa. Soalnya saya tes urine hari Rabu 15 Februari 2012 pukul 10.20 WIB dan keesokan hari seharusnya sudah bisa saya terima. Bahkan tanggal 17 Februari lalu saya diminta menghadap Bapak Wakapolda untuk mengkonfrontasi kasus ini," singkap ABR.

    Dilanjutkan ABR, dirinya juga sempat mendengar Kalabfor Kombes Pol Chomsi mengatakan kepada Wakapolda bahwa tes urine yang sudah dilaksanakan ternyata negatif. "Lalu Wakapolda nyeletuk, kenapa tidak tes darah saja. Lalu saya jawab, jangankan tes darah jenderal, tes rambut saya juga siap. Tapi, kenapa sekarang ini hasilnya bisa positif, ada apa ini," heran perwira yang pernah bertugas di Ambon itu.

    Bukan dari Labfor Mabes Polri

    Kuasa hukum AKBP ABR, Marudud Simanjuntak, mengatakan, hasil tes urine yang disampaikan Kabid Humas Polda Sumut bukan dari hasil surat Labfor Mabes Polri Cabang Medan, melainkan bentuk pesan singkat (SMS) dari Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto.

    Dibeberkan Marudud, waktu kliennya dipanggil Wakapolda Sumut Brigjen Pol Cornelius Hutagaol pada Jumat (17/2), Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Medan Kombes Pol Chomsi Syafrian Simin menyatakan hasil tes urine AKBP ABR negatif. "Ada apa sebenarnya? Kenapa hasil tes urine itu baru sekarang dikeluarkan," tanya Marudud.

    Padahal, lanjutnya, 2 hari setelah surat pengantar penyidik Direktorat Narkoba ke Labfor dibuat, yaitu hari Rabu (15/2), hasilnya sudah bisa diketahui dan negatif. "Kami masih menyimpan misteri di balik pemeriksaan. Kita ikuti saja prosesnya dan jika memang sudah ditetapkan tersangka, kami akan menempun jalur hukum dengan melakukan praperadilan dan akan mengungkap borok di Direktorat Narkoba Poldasu," ancamnya.

    Seperti diketahui, ABR diduga menggunakan psikotropika jenis happy five (H5) saat berada di night club 'P' Jalan Merak Jingga Medan belum lama ini. Selain itu, ABR juga diduga kuat terlibat dalam transaksi jual beli Narkoba. Akibatnya ABR dimutasi jadi Pamen biasa di Propam Polda Sumut sejak beberapa hari lalu. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi membenarkan pencopotan ABR dari posisi Wadir Narkoba Polda Sumut gara-gara diduga terkait kasus Narkoba. (MS/ROY)

     

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Poldasu Nyatakan Tes Urine AKBP ABR Positif, Tapi Kuasa Hukumnya Keheranan '


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER