Senin

22 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 12 Juli 2013 | 00:19 WIB

    Telah dibaca 2164 kali

    Kunker Dapil VIII DPRDSU Temukan Berbagai Proyek Bermasalah di Kab Samosir

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU saat meninjau beberapa proyek bermasalah di Kab Samosir, Jumat (5/7/2013). (Foto: Ist)

    MartabeSumut, Medan


    Anggota DPRDSU yang berasal dari daerah pemilihan (Dapem) VIII menemukan segudang masalah proyek di Kab Samosir saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) sejak pekan lalu. Pemerintah Samosir dinilai tidak bekerja sesuai peraturan sehingga sistem kordinasi Bupati ke jajaran kepala dinas dan rekanan proyek kurang bersinergi.

     

    Demikian penegasan Koordinator DPRDSU Dapem VIII Maratua Siregar, saat melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkab Samosir, Jumat (5/7/2013) kemarin. Maratua Siregar didampingi beberapa anggota DPRDSU dari Dapem VIII dan juga dihadiri jajaran Satuan kerja perangkat Daerah (SKPD) Samosir dan Kadis PSDA Sumut Ir Saleh Idoan Siregar MSi, Sekretaris Daerah Kab Samosir Hatorangan Simarmata serta beberapa staf Bappeda dan Kepala Dinas Pendidikan Samosir. "Kami merasa dilecehkan oleh Pemkab Samosir kalau begini caranya. Kami bukan jaksa, bukan KPK. Tujuan kunjungan kerja kami hanya melihat realisasi pelaksanaan APBD Provsu dan Bantuan Dana Bawahan (BDB) anggran Tahun 2012. Mana yang terealisasi dan mana yang belum. Kalau belum apa penyebnya," kata Maratua dan Tohonan Silalahi.


    Ditambahkan Tohonan, pihaknya ingin mengetahui apa alasan pemutusan kontrak pelaksanaan pembangunan rehab gedung sekolah SMUN 1 Pangururan sehingga kondisinya saat ini jadi terbengkalai. "Kami ingin tahu, sekarang habis kontrak ataukah proyek itu fiktif. Apakah ada hubungannya dengan dana Bantuan Daerah Bawahan kepada Pemkab Samosir tahun anggaran 2012 sebesar Rp.12 Miliar yang pada tahun 2013 jumlahnya turun jadi Rp. 3 Miliar," sindir Tohonan bertanya. DPRDSU pun menegaskan kalau Pemerintah Provinsi menilai Pemkab Samosir tidak serius untuk membangun daerah. Dengan bukti putusnya kontrak pembangunan sekolah tersebut, kata anggota DPRDSU Aduhot Simamora, pihaknya  merasa prihatin dan sangat kecewa. Seharusnya, kata Aduhot lagi, pembangunan semakin ditingkatkan demi kemajuan daerah. "Teryata Pemkab Samosir ini aneh, kita kucurkan anggaran tidak dilaksanakan. Bagaimana pula bila nantinya tidak ditopang dengan anggaran, bagaimana Samosir akan membangun," sesal Aduhot. Oleh sebab itu, lanjutnya, Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) untuk Samosir wajar saja dipangkas menjadi Rp.3 Miliar. Dengan anggaran itu, Aduhot selaku putra dari daerah menyatakan sangat prihatin. "Pemkab Samosir merupakan daerah penerima Bantuan Daerah Bawahan yang paling sedikit dibandingkan dengan Pemkab lain yang ada di Sumut. Kenapa Pemkab Asahan sana ratusan miliar, seharusnya Samosir harus menyadarinya dan jangan pintar menyalahkan provinsi," tegasnya. Aduhot menambahkan, penilaian DPRDSU terhadap Bupati Mangindar Simbolon sangat minus. "Beliau bukan orang kerja, kalau memang serius kenapa Bupati tidak bersedia hadir dalam kunjungan kerja kami ini," tudingnya.

     

    Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Pemkab Samosir Hatorangan Simarmata menyatakan dalam sambutanya, bahwa dirinya tidak mengetahui adanya kunjungan kerja DPRDSU ke Kab Samosir. "Saya baru dikasih tahu staf barusan saja, jadi kami minta maaf atas kekurangan penyambutan Pemkab Samosir. Beginilah adanya dan tak perlu saya tutup-tutupi," ujarnya. Menyinggung proyek rahab SMUN I Pangururan yang habis kontrak, katanya, menjadi permasalahan dan sudah dianggarakan kembali pada APBD Kabupaten Samosir. Terbengkalainya proyek disebut Sekda akibat para rekanan banyak yang nakal. "Pada saat tender semangat mereka menggebu-gebu. Ternyata hasil pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan," kata Sekda Samosir dalam pertemuan dengan anggota DPRDSU Dapil VIII tersebut. (MS/Rel/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Kunker Dapil VIII DPRDSU Temukan Berbagai Proyek Bermasalah di Kab Samosir'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER