Selasa

18 Jun 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 17 Juni 2013 | 19:27 WIB

    Telah dibaca 1326 kali

    Pelantikan Gubsu-Wagubsu Diwarnai Demonstrasi di DPRDSU, Kantor Gubsu, Polonia dan Depot Pertamina

    Budiman Pardede
    Ribuan pengunjukrasa menolak kenaikan harga BBM saat pelantikan Gubsu-Wagubsu, Senin (17/6/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Pelantikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho dan Wakil Gubsu T Erry Nuradi yang dilakukan Mendagri Gamawan Fauzi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), Senin (17/6/2013), diwarnai aksi demonstrasi massa di penjuru Kota Medan. Ribuan pengunjukrasa mengusung tema penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

     

    Pengamatan MartabeSumut, beberapa titik strategis yang jadi sasaran demonstran meliputi; Bandara Internasional Polonia di Jalan Imam Bonjol, kantor Gubsu di Jalan Diponegoro, gedung DPRDSU di Jalan Imam Bonjol dan Depot Pertamina Wilayah I (Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau) di Jalan Putri Hijau. Massa mulai berunjukrasa secara terpisah atau bergabung dengan elemen lainnya di lokasi tersebut sejak pukul 11.00 WIB-17.00 WIB.

     

    Demonstran Tumpah sejak Pukul 10.00 WIB

     

    Masih berdasarkan pantauan MartabeSumut, khususnya di gedung DPRDSU,  sejak pukul 10.00 WIB ratusan pengunjukrasa telah mendatangi rumah wakil rakyat Sumut itu. Namun polisi yang dilengkapibarikade kawat berduri sudah lebih dulu membatasi jarak aksi ke gedung sekira 100 Meter. Sehingga aksi demonstran hanya bisa dilakukan jauh dari gedung DPRDSU. Namun setelah pelantikan usai, sekira pukul 11.30 WIB, demonstran mulai meringsek masuk ke depan pagar gedung Dewan. Kali ini aparat langsung menutup pagar dan menjaga demonstran agar tidak masuk ke halaman DPRDSU. "Imperialisme hancurkan. Kenaikan harga BBM cermin pemerintahan SBY tidak berpihak kepada rakyat," kata Eben, Koordinator Serikat Buruh Indonesia (GSBI). Menurutnya, subsidi yang dicabut pemerintah sangat tidak tepat karena kenaikan harga BBM akan mempengaruhi tingkat belanja masyarakat dengan harga pasar yang melonjak naik. "Mau dikemanakan pemerintah uang Rp. 300 Triliun? Subsidi yang diberikan nanti ke rakyat paling banyak Rp. 30 Triliun. Lalu sebanyak Rp. 270 Triliun lagi mau digunakan sebagai apa kalau bukan untuk proyek-proyek tak jelas lain atau terindikasi korupsi," teriaknya.

     

    Tolak Kenaikan Harga BBM

     

    Selang beberapa menit kemudian, ratusan orang berbendera Pekerja Buruh Melawan (PBM) bergabung dengan GBSI. Dalam orasinya, juru bicara PBM, Bambang Hermanto dan Anggiat Pasaribu, menegaskan, buruh, masyarakat Sumut dan mahasiswa menolak rencana kenaikan harga BM. "Wahai SBY, kami menolak kenaikan harga BBM. Bila tetap dinaikkan, maka kami buruh, pekerja dan rakyat akan berontak," cetus Bambang dari atas mobil pick up. Bambang mengatakan, seharusnya pemeritah tidak mencabut subsidi BBM dan  menaikkan harga BBM namun cukup menarik uang rakyat yang telah dicuri aparat/pejabat korup. "Kami pekerja dan buruh melawan. Kami datang ke sini untuk meminta Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan Ketua DPRDSU H Saleh Bangun menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah pusat," katanya. Namun lantaran Gubsu dan Ketua DPRDSU disebut-sebut tidak berada di gedung Dewan, sekira 500-an buruh yang berunjukrasa di DPRDSU mulai bergerak menuju kantor Gubsu, Bandara Polonia dan Depot Pertamina. Mereka memecah konsentrasi massa untuk bergabung dengan demonstran lainnya pada lokasi-lokasi publik yang sudah dipenuhi pengunjukrasa. Kondisi Jalan Imam Bonjol yang ditutup untuk umum sejak pukul 10.00 WIB, itu mulai dibuka polisi pada pukul 17.00 WIB.

     

    6.000 Polisi Amankan Unjukrasa

     

    Sementara itu, kondisi gedung DPRDSU tampak dijaga ketat oleh sedikitnya 5.00 aparat dar berbagai kesatuan. Satu unit truk water canon, 1 unit mobil Barracuda dan 1 unit mobil ambulance tampak terparkir di halaman DPRDSU. Kasat Bimas Polresta Medan Kompol A Hutauruk yang dikonfirmasi MartabeSumut di lokasi, menyatakan pihak kepolisian yang diturunkan di Medan mencapai 6.000 personel. "Jumlahnya mencapai 6.000 orang. Petugas diterjunkan untuk mengamankan titik-titik strategis seperti kantor Gubsu, gedung DPRDSU, Bandara Polonia, Depot Pertamina serta beberapa lokasi lain," ungkap Hutauruk. Kompol Hutauruk mengimbau semua demonstran agar tetap menjaga kondusifitas publik saat menyampaikan aspirasi. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Pelantikan Gubsu-Wagubsu Diwarnai Demonstrasi di DPRDSU, Kantor Gubsu, Polonia dan Depot Pertamina'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER