Selasa

18 Jun 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 30 Mei 2013 | 16:43 WIB

    Telah dibaca 1356 kali

    Wakil Rakyat Tak Ditempat, Satpam dan Demonstran Nyaris Saling Sikat

    Budiman Pardede
    Puluhan orang berbendera Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Medan berunjukrasa di gedung DPRDSU, Kamis siang (30/5/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Gara-gara tidak ada satupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) berada di tempat menerima aspirasi demonstran, puluhan pengunjukrasa nyaris saling sikat dengan Satuan Pengaman (Satpam) internal DPRDSU, Kamis siang (30/5/2013).

     

    Pantauan MartabeSumut di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Nomor 5 Medan, massa berbendera Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (ABEM) se-Kota Medan itu tiba sekira pukul 13.05 WIB. Mereka langsung memasuki halaman DPRSU dan berkumpul di depan pintu masuk. Sambil memajang spanduk, poster dan karton-karton bertuliskan kata-kata kecaman terhadap Gubsu Gatot Pujo Nugroho, ST, demonstran meneriakkan kalimat kekesalan terkait penyaluran dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB) yang dinilai banyak penyimpangan. "Tangkap tukang suap, tangkap koruptor, tangkap pejabat dan kepala daerah yang suka memberi grativikasi. Dana BDB bukan untuk kepentingan Gatot Pujo Nugroho," teriak pengunjukrasa.

     

    Dana BDB untuk Pemerataan Pembangunan

     

    Juru bicara ABEM, Azrul H, dalam orasinya mengatakan, dana BDB bertujuan untuk memberikan pemerataan pembangunan di 33 kab/kota se-Sumut. Namun kenyataannya, kata dia, penyaluran jumlah dana BDB selalu terindikasi bermuatan rekayasa serta bernuansa korupsi. Masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut, setelah puas berorasi selama 10 menit, massa mulai berteriak-teriak memanggil anggota DPRDSU. Tapi tak satupun anggota DPRDSU yang keluar menerima aspirasi pengunjukrasa. "Mana semua anggota Dewan, mana semua wakil rakyat Sumut itu. Kenapa tidak ada yang menampung aspirasi kami," cetus Azrul dengan nada tinggi, melalui TOA pengeras suara. Merasa tak ada tanda-tanda kehadiran anggota Dewan, massa yang awalnya berdiri di halaman mulai meringsek maju ke pintu masuk. Belasan petugas Satpam tidak diam saja. Mereka mulai bergandengan tangan merapatkan barisan dan membuat barikade pembatas. Sementara beberapa polisi juga tampak mengawasi kondisi. Puluhan demonstran semakin beringas maju dan saling dorong pun tidak terelakkan. Salah satu demonstran sempat hampir terpental jatuh akibat dorong-dorongan tersebut. Dia menyatakan dirinya telah dipukul oleh salah satu petugas Satpam. Kondisi yang semakin panas akhirnya membuat belasan polisi mengambil barikade pembatas di depan barisan Satpam. Massa pun mulai mundur secara perlahan.


    Tiga Tuntutan Soal Dana BDB

     

    Setelah kondisi mulai kondusif, Azrul pun membacakan 3 tuntutan di hadapan polisi yang melapis barikade Satpam. Diantaranya; meminta penegak hukum memeriksa dan menahan Gubsu Gatot Pujo Nugroho terkait penyaluran dana BDB di Sumut, memeriksa dan menahan seluruh pejabat/kepala daerah yang menerima dana BDB tidak rasional serta memeriksa kas Pemprovsu saat menyalurkan dana BDB karena terindikasi mengirimkan uang ke rekening pribadi pejabat/kepala daerah. "Mana anggota DPRDSU, kemana saja mereka? Dengarkan 3 tuntutan kami ini wakil rakyat yang terhormat," cetus Azrul. Puluhan pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri sekira pukul 13.50 WIB sambil terus mengumpat anggota Dewan yang tidak berada di tempat. "Digaji mahal-mahal, tapi malas menerima aspirasi masyarakat. Wakil rakyat macam apa itu," sesal demonstran, sembari meninggalkan gedung Dewan.

     

    Aksi Massa MDAMAKSU

     

    Sebelumnya, pada pukul 12.15 WIB, sekira 20 orang demonstran mengatasnamakan Markas Daerah Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara (MDAMAKSU) telah berunjukrasa di kantor DPRDSU. Koordinator Lapangan Zulkarnain Nasution menyerukan tuntutan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan kasus bail out Bank Century. "Sampai saat ini kasus masih jalan ditempat karena KPK terkesan tidak berani mengungkap dugaan keterlibatan penguasa," katanya. Massa juga menyesalkan kehadiran Humas DPRDSU Rospita Pandiangan karena tanpa kehadiran anggota DPRDSU. Usai berorasi, pengunjukrasa menggelar aksi teatrikal di depan pintu masuk DPRDSU sebagai bentuk kekecewaan terhadap KPK yang dianggap banci menyelesaikan kasus Bank Century. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Wakil Rakyat Tak Ditempat, Satpam dan Demonstran Nyaris Saling Sikat'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER