Sabtu

20 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 13 Maret 2013 | 15:41 WIB

    Telah dibaca 1438 kali

    Ratusan TPS Pedagang Sukaramai Marsamburetan, Pengendara Umum Kesulitan

    Golfrid Hutagaol
    Ratusan TPS pedagnag Pasar Sukaramai itu memakan separo badan jalan dan mengganggu lalulintas umum. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

    Ratusan tempat penampungan sementara (TPS) pedagang Pasar Sukaramai Medan yang terletak di perempatan Jalan AR Hakim dan Jalan Denai semakin marsamburetan alias kacau balau. Pasalnya, sejak 1 bulan lalu didirikan sampai sekarang, kios-kios terbuat dari seng itu berdiri seenaknya memakan badan jalan umum. Akibatnya, bahu jalan kian mengecil dan pengendara umum kesulitan setiap kali melintas.

    Pengamatan MartabeSumut, Rabu sore (13/3/2013), kalau sebelumnya ruas Jalan AR Hakim-Aksara di sebelah Pasar Sumaraamai itu lebarnya mencapai 4 Meter, kini cuma sekira 2 Meter lebih sedikit. Sepanjang 1 Meter lebih, yang awalnya diperuntukkan bagi lalulintas angkutan kota, kini telah berganti fungsi menjadi TPS yang terbuat dari kayu dan seng. Parahnya lagi, masih berdasarkan pantauan, kendati sudah berdiri kios-kios, tetap saja jalanan milik publik belum bisa aman untuk dilintasi. Sebab di belakang kios atau persisnya di ruas jalan umum, akan terparkir pula kendaraan pedagang seperti betor hinga sepeda motor. Belum lagi stok dagangan yang diletakkan seenaknya sebagai cadangan sebelum diperjualbelikan.  

    Pasar Sukaramai memang tidak pernah sepi dari permasalahan. Berbagai persoalan yang muncul kerap berujung 'gantung' walau beberapa upaya telah dilakukan aparat pemerintah terkait. Lihat saja, selain berkali-kali dilalap 'si jago merah' tanpa alasan jelas, pedagang Pasar Sukaramai yang selalu sesuka hati berjualan di bahu jalan, itu telah membuat pemakai jasa jalan yang melintas kesulitan dan resah setiap hari.

    Ada Petugas Jaga Baru Lancar

    Persimpangan Pasar Sukaramai hanya terlihat lancar dilalui publik pada saat pagi hari saja. Itu pun antara pukul 06.00 - 08.00 WIB tatkala petugas Dinas Pasar, Dinas Perhubungan dan Kepolisian meletakkan 'badannya' di jalan raya. Namun usai petugas menghilang entah kemana, secara massif puluhan pedagang langsung menguasai hampir separo bahu jalan. Kemudian menempatkan barang dagangan dan perlengkapan yang dibawa semisal becak, sepeda motor atau ember dengan tujuan memalang jalan. Tak heran, ruas jalan akan selalu marsamburetan dan semrawut terlihat sedari pukul 09.00 WIB - 18.00 WIB. Bahu jalan yang lebar awalnya mencapai 6 Meter sekarang ini hanya diberikan sekira 2 Meter lebih sedikit untuk lalulintas roda empat dan roda dua.

     

    Pengendara Umum Terganggu

     

    Kacau balaunya ruas jalan di sekitar Pasar Sukaramai semenjak dini telah mengganggu pengendara umum. Terjadi terus dalam rangkaian waktu yang panjang hingga saat ini. Erick Siahaan (37), misalnya. Warga Jalan Aksara itu mengaku selalu kesulitan saat melintasi Pasar Sukaramai. "Saya menyesalkan keberadaan ratusan TPS yang berdiri sekarang. Mengganggu sekali," sesalnya kepada MartabeSumut, Rabu sore (13/3/2013) saat melintas di ruas jalan AR Hakim. Menurut Erick, jangankan berdiri TPS, tanpa ada TPS dibangun pun kondisi ruas jalan di areal pasar Sukaramai selalu macet parah. "Saya minta Walikota segera menertibkan situasi yang merusak pemdangan Kota Medan," imbaunya.


    Pedagang Tak Peduli

    Salah satu pedagang sayur mayur Pasar Sukaramai, Rotua Siahaan (55), justru tersenyum kecil saat dikonfirmasi masalah tersebut. Bagi Rotua, selama 10 tahun berdagang di Pasar Sukaramai, dirinya hanya mengikuti sikap para  pedagang lain yang berjualan memakan bahu jalan. "Ya gimana lagi dek, saya ikut teman-teman saja karena lokasi jualan gak ada lagi. Kan pengendara umum bisa lewat kok di sini walau sempit," akunya enteng.

    Hal senada disampakan Maratua Panggabean (40). Menurut Maratua, petugas dinas pasar memang sudah melarang pedagang untuk berjualan di luar batasan tempat yang sudah ditetapkan. Tapi dia justru melihat itu sebagai masalah baru karena sulitnya mendapat lokasi yang tepat. "Kekmana lagi ya, aku gak tahu mau jualan dimana. Yang pasti aku sudah 5 tahun di pinggir jalan ini berjualan ikan lele," ungkapnya, seraya meminta pemakai jasa jalan memaklumi kehidupan pedagang. Salah seorang petugas kepolisian di Pos Polisi Pasar Sukaramai mengaku tak bisa berbuat banyak. "Capeklah petugas menegur mereka. Dikasih tahu tak dipedulikan, kalau kami tindak juga serba salah dan kasihan. Makanya setiap pagi kami selalu berada di jalan raya menertibkan mereka. Tapi setelah itu mereka masuk lagi ke bahu jalan dan tidak mengindahkan peringatan petugas. Kan gak mungkin polisi, aparat dinas pasar dan pegawai perhubungan berdiri terus di jalan raya setiap hari," tepisnya. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pasar Kota Medan belum berhasil dikonfirmasi terkait pendirian ratusan TPS yang 'marsamburetan' dan menggangu bahu jalan raya itu. (MS/GOL)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ratusan TPS Pedagang Sukaramai Marsamburetan, Pengendara Umum Kesulitan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER