Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 16 Desember 2012 | 15:23 WIB

    Telah dibaca 2500 kali

    Anak Dituduh Gelapkan Uang Rp 856 Juta Milik Calon Mahasiswa USU, Pensiunan BNI 46 Diancam Bunuh

    sumardi tanjung
    Ilustrasi gambar penghentian aksi teror dalam bentuk apapun. (Foto: MartabeSumut/Repro)

    MartabeSumut, Medan

     

    Tak tahan mendapat ancaman pembunuhan, pensiunan BNI 46, Widya Kesuma (58) membuat laporan pengaduan ke Mapoldasu. Penyebabnya dilatarbelakangi tuduhan terhadap anaknya Desi Youlanda Putri (21), yang dituding telah menggelapkan uang Rp.856 juta milik para korban yang dijanjikan menjadi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

     

    Warga Jalan Setia Budi Kelurahan Tanjung Sari Medan Selayang, itu telah membuat laporan polisi sejak November lalu. Selain mendapat teror dan ancaman bunuh, Widya Kesuma juga sudah kehilangan anaknya karena melarikan diri dari kejaran para orangtua yang mengaku ditipu Desi Youlanda Putri. Hingga kini tak ada yang tahu dimana keberadaan Desi . Itulah sebabnya Widya membuat 2 pengaduan ke Mapoldasu dengan No LP/1200/XI/2012 SPKT tanggal 21 November 2012 dan LP /1243/XI/2012 SPKT II. Dua laporan itu terkait kehilangan anak dan teror pembunuhan.

     

    Kepada wartawan Minggu siang (16/12 di kediamannya, Widya mengatakan, ihwal peristiwa terjadi tatkala dirinya mengantar Desy Youlanda Putri ke bandara Polonia Medan pada akhir November 2012. Menurut Widya, putrinya yang tercatat sebagai mahasiswi USU jurusan Sospol semester 7, itu mengaku akan berangkat ke Bali guna melakukan survey. "Namun anehnya ketika masuk ke ruang tunggu, dia tak menunjukan tiket pesawat kepada saya," kenang Widya.Dilanjutkannya, usai mengantar putri satu-satunya pukul 17.00 WIB, rumahnya justru didatangi sekira 11 orang yang mengaku telah menyerahkan uang kepada Desy dengan jumlah bervariasi untuk jaminan masuk ke berbagai fakultas di kampus USU seperti Kedokteran, Ekonomi, Hukum serta jual beli perangkat online. "Kata mereka jumlah uang itu diberikan antara Rp. 26 juta sampai Rp. 80 juta/calon mahasiswa. Sehingga Desy disebut mereka telah menerima uang mencapai Rp 856 juta," singkap Widya.

     

    Uang Pelicin Masuk USU ?

     

    Masih menurut para orangtua yang mencari Desy, lanjut Widya, uang tersebut adalah bentuk 'pelicin' agar putra-putri mereka bisa masuk ke fakultas yang diinginkan. Sebab Desy mengaku mampu membantu calon mahasiswa yang ingin masuk ke USU. "Namun sampai saat ini janji tersebut tidak terealisasi. Makanya mereka merasa tertipu dan mendatangi rumah saya," ujar Widya. Karena tak mengetahui kalau anaknya sudah menerima uang sebanyak itu, maka saat itu juga Widya menyarankan kepada para orangtua untuk menempuh jalur hukum. Tapi saran tersebut tidak digubris sehingga sempat terjadi kericuhan. Bahkan mereka mengancam akan menghabisi saya sekeluarga jika tak mau mengganti uang yang telah diambil Desy.

     

    Tatkala kericuhan terjadi, imbuh Widya, kelompok orangtua memaksa dia dan istrinya agar mau membuat surat pernyataan di atas kertas bermaterai yang berisi janji untuk mengganti semua uang yang telah diambil Desy. Dengan berat hati, ditambah rasa ketakutan, pasangan suami istri ini pun terpaksa membubuhkan tandatangan di atas kertas bermaterai. "Kami tak tahu menahu semua perbuatan anak saya yang mereka tuduhkan. Jika memang anak saya bersalah, biar dia yang bertanggungjawab di muka hukum. Tapi jangan kami yang tak tahu menahu diancam bunuh dan diteror-teror. Saya ini sekarang menderita penyakit jantung," keluh Widya, yang mengaku terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya karena terus mendapat teror.

     

    Lantaran kerap mendapat teror sementara anak semata wayangnya hilang entah kemana, Widya memutuskan membuat laporan pengaduan ke Mapoldasu. Dia berharap anaknya segera pulang untuk menuntaskan kasus yang dituduhkan. "Sebab tidak tertutup kemungkinan anak saya telah menjadi korban sindikat yang memanfaatkan dirinya untuk tujuan tertentu. Sedihnya lagi, sampai sekarang saya putus komunikasi dengan Desy. Meskipun hingga kini saya masih berusaha mencari tahu dimana anak saya berada," aku Widya lesu. Sementara itu, Wildan Areza, SH, pengacara Widya Kesuma, meminta kepada kelompok yang merasa dirugikan untuk berkepala dingin menyelesaikan masalah. "Kami akan selesaikan masalah ini, tapi jangan mengancam, meneror orangtuanya yang sebenarnya tak tahu menahu persoalan," ingat Wildan. (MS/SUMARDI)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Anak Dituduh Gelapkan Uang Rp 856 Juta Milik Calon Mahasiswa USU, Pensiunan BNI 46 Diancam Bunuh'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER