Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 12 Desember 2012 | 16:04 WIB

    Telah dibaca 1297 kali

    5.000-an Buruh Lumpuhkan Lalulintas, Dikomandoi Kelompok Beda Kepentingan

    Budiman Pardede
    5.000-an buruh beraksi pada Rabu (12/12) ke kantor Gubsu dan melumpuhkan arus lalulintas di beberapa ruas jalan strategis di Medan. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

    Aksi 5.000-an buruh pada Rabu (12/12) kembali melumpuhkan arus lalulintas di beberapa ruas jalan strategis di Kota Medan. Kedatangan buruh secara bersamaan dari wilayah Belawan, Binjai, Amplas, Tanjung Morawa dan Kawasan Industri Medan (KIM), itu membuat ratusan kendaraan tidak bergerak. Uniknya, aksi kali ini terkesan dikomandoi kelompok buruh yang beda kepentingan dengan kelompok sebelumnya.

    Pantauan MartabeSumut, sejak pukul 11.00 WIB ribuan buruh mulai berdatangan dari berbagai penjuru menuju konsentrasi pertemuan di kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan. Lumpuhnya arus lalulintas itu terlihat jelas tatkala ruas satu arah di Jalan Imam Bonjol Medan/simpang Hotel Danau Toba Medan justru tiba-tiba tidak bergerak. Pasalnya, dari arah berlawanan muncul puluhan kendaraan lain yang diperkirakan menerobos bebas lantaran pengalihan arus lalulintas yang dilakukan polisi dari Jalan Diponegoro. Kondisi kendaraan pun rapat, merayap dan macet total. Selain Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro, ruas Jalan Sudirman juga terkena kemacetan parah. Semua kendaraan rapat merayap dan bisa dikatakan berhenti total akibat kesemrawutan lalulintas yang tidak terkendali lagi oleh polisi.

    Kelompok Buruh Beda Kepentingan

    Sementara itu, 5.000-an buruh akhirnya berkumpul di ruas jalan Diponegoro depan kantor Gubsu. Namun anehnya, aksi ribuan buruh hari ini justru terkesan beda kepentingan dengan aksi buruh-buruh sebelumnya yang menuntut Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2013 ditetapkan Plt Gubsu sebesar Rp. 2,2 juta. Melalui bendera Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sumut, Ketua Korwil Edward Pakpahan dan Komando Aksi Usaha Tarigan membacakan 4 tuntutan di hadapan Kadisnakertrans Sumut Bukit Tambunan. Diantaranya; Plt Gubsu segera menetapkan Upah Minimum Kabupaten/KOta (UMK) tahun 2013 tanpa terpengaruh pihak manapun, meminta Poldasu menindak tegas aksi anarkis yang mengatasnamakan serikat/kelompok buruh, menolak politisasi gerakan/serikat buruh di Sumut dan mewujudkan hubungan industrial yang harmonis di Sumut. "Kami minta Plt Gubsu segera menetapkan UMK di Sumut," cetus Usaha Tarigan dari atas mobil pick up.

    Masih berdasarkan pantauan MartabeSumut, kendati ribuan buruh yang 'menyemut' memenuhi ruas Jalan Diponegoro tampak semangat beraksi, namun para juru bicara demonstran yang berorasi hampir-hampir tidak memperdengarkan aspirasi kelompok buruh sebelumnya terkait tuntutan UMP Rp. 2,2 juta. Yang ada cuma tuntutan penetapan UMK dan permintaan kepada polisi agar menindak aksi anarkis kelompok-kelompok yang membawa nama buruh. Kalaupun ada suara menuntut UMP Rp. 2,2 juta dari salah satu pengunjukrasa, itupun dilakukan 5 menit sebelum massa membubarkan diri pukul 13.30 WIB. Penggerak/pemimpin aksi tidak ngotot menemui Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan tidak pula berusaha bertahan berunjukrasa.

    Kelompok buruh beda kepentingan berbendera KSBSI ini semakin terlihat jelas tatkala sebagian besar buruh yang berunjukrasa berteriak-teriak dari jalan raya menuntut UMP tahun 2013 sebesar Rp. 2,2 juta segera ditetapkan Plt Gubsu. "Teken Tot, teken Tot kenaikan UMP Rp. 2,2 juta, teken Tot," teriak mereka. Saat mereka berteriak dan mulai sedikit beringas, komando aksi mulai mengendalikan massa dengan suara tegas. Keanehan lain juga terlihat saat komando aksi dengan mudahnya membubarkan ribuan orang pada pukul 13.30 WIB dengan bantuan personel polisi. Konsentrasi ribuan orang yang memakai sepeda motor, mobil pick up dan bus, dipecah polisi jadi 3 kelompok pembubaran terpisah melalui pengawalan mobil Patwal.

     

    Buruh Bingung

     

    Usman (33), salah seorang buruh asal Tanjung Morawa, mengaku bingung menyaksikan aksi hari itu. "Tadi pagi saya dan ratusan teman-teman buruh diajak keluar pabrik untuk menuntut UMP Rp. 2,2 juta. Tapi sekarang kok demonya beda ya dengan kemarin, ada apa ini," heran Usman kepada MartabeSumut, disela-sela ribuan orang membubarkan diri. Dia menduga kuat kalau ribuan buruh yang beraksi telah diperdaya oleh kelompok buruh yang mengajak berunjukrasa. "Saya yakin sekali ribuan buruh yang demo saat ini mau unjukrasa karena menyangka akan menuntut UMP Rp. 2,2 juta. Tapi ternyata beda kepentingan kelompok, saya yakin ada kepentingan penguasa dan pengusaha telah bermain di kelompok buruh," akunya pelan, sambil terpelongo-pelongo. Hal serupa disampaikan Anto Sukardi (34), buruh asal Belawan. Bersama 25 rekannya satu pabrik, dia mengaku 'dipaksa' keluar pabrik untuk demonstrasi ke kantor Gubsu sejak pagi hari jam 10.00 WIB. "Ya kita mau karena selama ini solidaritas terus. Katanya sih mau nuntut UMP Rp. 2, 2 juta. Makanya kami ngikut aja, tapi selebaran yang dibagi KSBSI dan aksinya aneh sekali," sesalnya. Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang tampak sibuk mengawasi ratusan personel polisi yang membarikade pengamanan dan melepas kepergian ribuan orang buruh. Pukul 13.55 WIB ribuan buruh akhirnya selesai 'dibersihkan' dari lokasi unjukrasa setelah dipecah polisi dalam 3 kelompok. Pukul 14.00 WIB Jalan Diponegoro yang sudah dipenuhi sampah akhirnya mulai dibuka polisi untuk kendaraan umum.   

    Rentetan Aksi Menuntut UMP Rp. 2,2 Juta

    Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, rentetan aksi unjukrasa buruh menuntut UMP Rp. 2,2 juta sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Terakhir terjadi pada Senin (10/12) kemarin. Puluhan ribu buruh melakukan aksi demonstrasi di berbagai lokasi seperti Sunggal dan Km 16 Binjai. Ribuan buruh pabrik disweeping untuk mengajak demonstrasi. Kemudian aksi longmarch 8 ribuan buruh di kawasan Industri Medan (KIM) Star yang melumpuhkan ruas jalan tol. Sedangkan dari kawasan KIM Mabar 10 ribuan buruh demonstrasi di ruas jalan Tol Medan-Belawan. Pada hari yang sama, 5 ribuan buruh asal Patumbak juga berhasil menutup ruas Tol Amplas sejak pukul 15.00 WIB.

    Pada Rabu siang (5/12) lalu, ribuan orang berbendera buruh dari berbagai wilayah Sumut juga melakukan aksi di Kota Medan. Mereka menolak penetapan UMP sebesar Rp. 1.375.000 tapi menuntut Rp. 2,2 juta. Aksi itu digelar di depan kantor Walikota Jalan Maulana Lubis Medan, kantor Gubsu dan Bandara Polonia Medan. Unjukrasa serupa dilakukan ribuan buruh dari berbagai wilayah Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan depan gedung DPRDSU dan Jalan Diponegoro kantor Gubsu, Rabu siang (28/11) pukul 11.50 WIB. Ketua Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) Rintang Berutu, dalam orasinya mengatakan, SBMI menolak tegas penetapan upah murah. Sebelumnya lagi, Senin (19/11), ratusan orang dari Forum Lintas Buruh (FLB) melakukan unjukrasa menuntut kenaikan upah Rp. 2,8 Juta di depan kantor Walikota Medan Jalan Maulana Lubis. Massa juga berhasil melumpuhkan arus lalulintas selama 1 jam. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda '5.000-an Buruh Lumpuhkan Lalulintas, Dikomandoi Kelompok Beda Kepentingan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER