Sabtu

20 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 8 Oktober 2012 | 20:52 WIB

    Telah dibaca 967 kali

    Presiden SBY Serukan 5 Solusi Terkait Konflik KPK-Polri

    Kristoffel
    Presiden SBY saat memberi keterangan terkait konflik KPK-Polri, Senin malam (8/10) di Jakarta. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Jakarta

     

    Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) akhirnya angkat bicara terkait konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam pidatonya di hadapan wartawan dan sejumlah jajaran pejabat tinggi negara, Senin malam (8/10) di Jakarta, SBY tegas menyerukan 5 solusi.

     

    Menurut SBY, 5 solusi yang ditawarkan merupakan bagian tidak terpisahkan dari 5 persoalan yang menjadi perselisihan berkepanjangan antara KPK-Polri selama ini. Pertama, kasus dugaan korupsi simulator SIM yang melibatkan Irjen Pol Djoko Susilo akan ditangani KPK. Kedua, dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan penyidik KPK Komisaris Pol Novel Baswedan, yang sudah terjadi beberapa tahun lalu, itu tidaklah tepat waktu untuk dipersoalkan polisi saat ini. Ketiga, persoalan masa waktu kedinasan anggota Polri maksimal 4 tahun di KPK akan ditinjau lagi melalui Peraturan Pemerintah (PP). Keempat, revisi Undang-Undang (UU) nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi tidak tepat waktu untuk diajukan. Kelima, KPK dan Polri harus meninjau kembali Memorandum of Understanding (MoU) yang ada untuk selanjutnya dijalankan secara bertanggungjawab oleh kedua belah pihak.

     

    Dari ke-5 solusi tersebut, kata SBY, kedepannya KPK dan Polri harus bersinergi, berkoordinasi dan berkorelasi dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum khususnya pemberantasan korupsi. "Saya berpendapat, untuk kasus simulator SIM yang melibatkan Irjen Djoko Susilo sebaiknya ditangani KPK terpisah sedangkan yang lain oleh Polri. Menyangkut Perwira Polri yang bertugas sebagai penyidik di KPK, saya rasa timingnya kurang tepat. Sebab selain kasus lama, yang bersangkutan juga sedang menyidik persoalan sensitif menyangkut petinggi Polri. Jangan sampai ada kesan di masyarakat upaya itu sengaja diupayakan untuk melemahkan KPK. Batas waktu kedinasan anggota Polri di KPK juga bisa diatur melalui PP semisal pengunduran diri dari anggota Polri.  Revisi UU KPK juga harus bermakna menguatkan KPK. Kemudian MoU KPK-Polri sebaiknya diperbaharui dan sama-sama dijalankan secara benar," beber Presiden SBY, yang berbicara kurang lebih 30 menit. (MS/KRISTOFFEL)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Presiden SBY Serukan 5 Solusi Terkait Konflik KPK-Polri'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER