Anggota DPRDSU Hadiri Pelantikan Gatot Jadi Gubsu di Jakarta, Massa Buruh Marah-marah

Bagikan Berita :

MartabeSumut, Medan

Gara-gara tak satupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) berada di tempat menerima aspirasi massa, puluhan orang demonstran dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara marah-marah di gedung DPRDSU, Kamis (28/2/2013).

Pantauan MartabeSumut di gedung Dewan, massa buruh tiba di gedung DPRDSU pukul 13.30 WIB. Mereka langsung berdiri  berbaris di gerbang pintu masuk. Kemudian memajang poster-poster, bendera dan spanduk yang menyiratkan kekesalan terhadap manajemen perusahaan PT Sam Karya Abadi yang beralamat di Desa Sigara-gara Kec Patumbak Kab Deli Serdang. “Polisi harus menangkap Agam Sulaiman selaku manajemen PT Sam Karya Abadi yang sudah jadi tersangka. Mana DPRDSU, tunjukan keberpihakanmu kepada pekerja dan buruh,” teriak salah satu demonstran. Beberapa perwakilan massa juga berorasi di depan gedung Dewan. Namun 10 menit kemudian, Humas DPRDSU Asrul Sani menemui pengunjukrasa. Massa menolak dan menuntut kehadiran anggota DPRDSU. Asrul Sani pun menjelaskan bahwa 100 anggota DPRDSU sedang menghadiri pelantikan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menjadi Gubsu defenitif di Jakarta. “Tak ada anggota Dewan di tempat, semuanya di Jakarta sekarang,” jawab Asrul.

Buruh Kesal dan Marah-marah


Masih berdasarkan pengamatan, massa Buruh kesal mendengar jawaban Asrul Sani. Mereka langsung marah-marah sambil berteriak-teriak. “Mau jadi apa Sumut ini kalau tak satupun wakil rakyat di tempat menerima aspirasi masyarakat? Apa maunya cuma makan, tidur, naik pesawat, punya gedung megah dan hidup mewah saja ya? Dasar wakil rakyat tak merakyat,” sindir salah satu demonstran kepada Asrul Sani, sambil marah-marah. Sikap marah-marah dan tidak percaya itu diikuti pula oleh demonstran lain. “Bapak jangan bohong, kami mau anggota Dewan yang mendengar aspirasi ini. Hadirkan mereka sekarang,” teriak pengunjukrasa.

Merasa tak puas dengan kondisi itu, satu orang demonstran memaksa masuk untuk melihat ke dalam gedung Dewan. “Kalo memang tak ada anggota Dewan, saya mau masuk menemui staf Komisi E dan menyerahkan langsung aspirasi ini,” cetus pimpinan aksi, Willy Agus. Dia pun diperbolehkan masuk didampingi beberapa satuan pengamanan gedung Dewan. Lima menit kemudian, Willy sudah tampak keluar gedung. Pada pukul 13.50 WIB dia langsung mengajak massa buruh meninggalkan gedung DPRDSU tanpa mau menyampaikan aspirasi kepada HUmas DPRDSU. Pengunjukrasa masih saja terlihat marah-marah dengan melepaskan kata-kata sinis. “Capek-capek awak ke sini, malah anggota Dewan-nya yang enak-enakan di Jakarta,” gerutu seorang pengunjukrasa dari atas sepeda motor. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here