1 Juni 2019, Royana Marpaung Percaya 100 Persen Cuma Pancasila Ajimat Keutuhan Kepluralan NKRI

Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Sedari tahun 2017, 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional atau tanggal merah. Sebab 1 Juni diyakini sebagai hari lahir Pancasila. Banyak yang menduga jika 1 Juni adalah hari Kesaktian Pancasila. Padahal hari Kesaktian Pancasila jatuh 1 Oktober dan berbeda dengan hari lahir Pancasila. Memasuki hari lahir Pancasila 1 Juni 2019, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Royana T Marpaung menyatakan, dirinya percaya 100 persen bahwa cuma Pancasila “ajimat” yang bisa membuat NKRI masih tetap utuh sampai sekarang.

Dijumpai www.MartabeSumut.com di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat siang (31/5/2019), Royana mengatakan, hari lahir Pancasila 1 Juni 2019 patut dijadikan momentum strategis dalam merefleksi fakta empiris kekinian yang terjadi di Indonesia. Pasalnya, sejak 5 tahun silam hingga usai Pemilu 17 April 2019, segelintir kelompok radikal dan pihak tertentu mulai menjadikan isu politik identitas (SARA) sebagai alat melegitimasi kepentingan apapun. Celakanya lagi, dampak dari politik identitas justru dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mencoba-coba mengganti Pancasila dengan dasar agama. “Saya rasa niat mereka sangat berbahaya. Harus kita hentikan bersama. Sebab kemajemukan ribuan suku, beberapa agama, etnis serta budaya yang ada di Indonesia terancam porak-poranda,” tegas Royana. Menurut dia, dengan merefleksi hari lahir Pancasila yang dicetuskan Presiden RI pertama Ir Soekarno, maka seluruh rakyat Indonesia patut mengaktualisasikan peran dalam menjaga kepluralan bangsa yang telah terbingkai utuh melalui Pancasila. Terutama semangat merawat legacy (warisan) para pendiri negara sekaligus mewariskan kembali kepada generasi muda. “Kenapa negara kuat dan besar seperti Uni Soviet bisa bubar ? Karena dasar negara mereka tidak dikuatkan terus-menerus dari generasi ke generasi. Kelompok yang merusak dibiarkan jadi “duri dalam daging” alias mesin penghancur Uni Soviet. Kenapa Indonesia masih bisa utuh dengan segudang kepluralan yang ada ? Karena kita masih sepakat menjaga dasar negara. Makanya, saya percaya 100 persen bahwa “ajimat” Pancasila yang membuat NKRI tetap utuh,” akunya. Artinya, imbuh Royana lagi, bagaimanapun kondisi Indonesia pasca-Pemilu 2019, semua potensi rakyat wajib bersatu melawan upaya kelompok tertentu (tersembunyi) yang ingin merusak Indonesia dengan strategi politik identitas, hoax, ujaran kebencian, makar, hasutan, adu domba, pecah belah dan sejenisnya. Royana pun mendukung penuh Polri dan TNI bertindak tegas sesuai hukum berlaku. Tidak membiarkan pihak-pihak yang berpotensi mengacaukan Pancasila dan NKRI. “Bila niat mereka berhasil, Indonesia bakal perang saudara dan bubar seperti kasus beberapa negara di Timur Tengah,” ingat Royana.

Beda Hari Lahir & Kesaktian Pancasila

Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu mengungkapkan, merujuk catatan sejarah Indonesia, sebenarnya hari Kesaktian Pancasila dan hari lahir Pancasila memiliki makna berbeda. Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa yang diberi nama G30S/PKI atau gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (PKI). Seperti dilansir dari Wikipedia, kata Royana, sampai sekarang insiden tersebut masih saja debatable (perdebatan) di lingkungan akademisi terkait siapa aktor penggiat dan apa motif melatarbelakangi. Kendati demikian, Royana meyakini otoritas militer dan kelompok keagamaan di Indonesia, kala itu, menyebarkan kabar bahwa peristiwa G30S adalah usaha PKI mengubah Pancasila menjadi ideologi komunis. “Untuk membenarkan peristiwa pembantaian di Indonesia 1965–1966, ada 6 jenderal, 1 kapten serta beberapa orang dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S/PKI akhirnya berhasil diredam militer Indonesia. Lalu pemerintah Orde Baru menetapkan 30 September hari peringatan G30S/PKI dan 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila,” ucapnya.

Wakil rakyat membidangi hukum/pemerintahan ini melanjutkan, sedangkan hari lahir Pancasila merupakan peringatan cikal bakal Pancasila dijadikan lambang dan dasar negara. Royana membeberkan, mengutip dari Wikipedia, lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan Proklamator RI Ir Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPK pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dilontarkan Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. “Awalnya pidato disampaikan Soekarno secara aklamasi tanpa judul. Kemudian mantan Ketua BPUPK Dr Radjiman Wedyodiningrat menyebut “lahirnya Pancasila” dalam satu kata pengantar buku yang berisi pidato. Selanjutnya dibukukan oleh BPUPK,” ujar Royana. Bagi Legislator asal Dapil Sumut II Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah tersebut, dirinya mengapresiasi mindset jangka panjang pemerintahan Jokowi-JK dalam melestarikan legacy Pancasila kepada generasi penerus. Bukan apa-apa, sejak tahun 2017 diputuskanlah 1 Juni sebagai hari libur nasional sesuai payung hukum Keppres Nomor 24 Tahun 2016. “Selamat hari lahir Pancasila 1 Juni 2019. Semoga kepluralan, kebinekaan dan kemajemukan bangsa Indonesia tetap utuh dengan “ajimat” Pancasila,” tutup Royana diplomatis. (MS/BUD) 

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here